TRADISI SILATURAHIM: PELAJARAN PENTING DALAM MEMBENTUK KARAKTER ANAK

Feb 12, 2026 - 17:26
 0  6
TRADISI SILATURAHIM: PELAJARAN PENTING DALAM MEMBENTUK KARAKTER ANAK

Dalam dunia parenting, pendidikan anak tidak hanya soal prestasi akademik, tetapi juga pembentukan akhlak, karakter, dan kepekaan sosial. Salah satu nilai penting yang sering terlupakan adalah menjaga silaturahim. Hal inilah yang ditekankan Hadratussyekh KH. Hasyim Asy’ari dalam kitab At-Tibyan fin Nahyi ‘an Muqatha’atil Arham wal Aqarib wal Ikhwan, yang ditulis pada 20 Syawal 1360 H di Tebuireng, Jombang.

Menurut Hadratussyekh, memutus silaturahim adalah memutus hubungan persaudaraan yang sebelumnya telah terjalin, baik melalui komunikasi, kunjungan, maupun perhatian, tanpa alasan syar’i. Perilaku ini tergolong dosa besar karena menimbulkan luka batin, kebencian, dan renggangnya hubungan. Sebaliknya, menyambung kembali hubungan yang terputus adalah sikap terpuji yang harus dicontohkan kepada anak-anak sejak dini.

Dalam konteks ini, silaturahim yang paling wajib dijaga adalah hubungan dengan mahram seperti; orang tua, saudara kandung, kakek-nenek, serta paman dan bibi. Anak-anak perlu dikenalkan bahwa menjaga hubungan dengan keluarga bukan sekadar tradisi, melainkan perintah agama.

Memanfaatkan tradisi pasca  hari raya, para orang tua berperan penting sebagai teladan dalam silaturahim ini, karena anak belajar bukan dari nasihat semata, tetapi dari sikap yang mereka lihat setiap hari.

Hadratussyekh menguatkan pesannya dengan ayat-ayat Al-Qur’an semisal Surat Muhammad: 22-24—yang menegaskan bahwa memutus silaturahim mendatangkan kerugian dan menjauhkan seseorang dari kasih sayang Allah. Karena itu, membiasakan anak untuk menyapa keluarga, mendoakan kerabat, dan menyelesaikan konflik dengan cara yang baik adalah investasi akhlak jangka panjang. Dari rumah yang menjaga silaturahim, akan lahir generasi yang berempati, lembut, dan bertanggung jawab secara sosial. 

(Jeki/Peduli)

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow

Zainuddin Muslih, S.Pd verified-symbol "Kalau kamu bukan anak raja dan engkau bukan anak ulama besar, maka jadilah penulis." ― Abu Hamid Al-Ghazali