ALLAH ﷻ MENGASIHI ORANG-ORANG YANG MURAH HATI SAAT BERMUAMALAH

Des 24, 2025 - 09:48
 0  86
ALLAH ﷻ MENGASIHI ORANG-ORANG YANG MURAH HATI SAAT BERMUAMALAH

عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا: أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ:

رَحِمَ اللَّهُ رَجُلاً سَمْحًا إِذَا بَاعَ وَإِذَا اشْتَرَى وَإِذَا اقْتَضَى.

“Dari Jabir ibn Abdillah RA: Bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: “Semoga Allah ﷻ merahmati orang-orang yang memudahkan ketika menjual, ketika membeli dan ketika menagih hutang.” 

 ***

Al-Imam Habib Abdullah bin Alawi al-Haddad juga sangat menganjurkan agar bekerja mencari rezeki dengan menjaga adab-adab yang dianjurkan syariat. Termasuk adab ketika bermuamalah. 

Rasulullah ﷺ bersabda: 

رَحِمَ اللهُ عبدًا سَمْحًا إذا باعَ ، سَمْحًا إذا اشْتَرى ، سَمْحًا إذا قَضَى ، سَمْحًا إذا اقْتَضَى

“Allah ﷻ merahmati seorang hamba yang mepermudah ketika menjual, ketika membeli, ketika membayar hutang, dan ketika menagih hutang.” [HR. Bukhari].

Dalam hadis yang lain Rasulullah ﷺ bersabda:

إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ سَمْحَ البَيْعِ، سَمْحَ الشِّرَاءِ، سَمْحَ القَضَاءِ

"Sesungguhnya Allah ﷻ menyukai kemudahan dalam menjual dan membeli, dan dalam memenuhi kewajibannya." 

Bahkan lebih dari itu, Rasulullah ﷺ bersabda:

 غَفَرَ اللَّهُ لِرَجُلٍ كَانَ قَبْلَكُمْ، كَانَ سَهْلًا إِذَا بَاعَ، سَهْلًا إِذَا اشْتَرَى، سَهْلًا إِذَا اقْتَضَى

"Allah ﷻ mengampuni seseorang yang hidup sebelum kalian, dimana ia selalu memudahkan ketika menjual, memudahkan ketika membeli, dan ketika menagih hutang." (HR. At-Tirmidzi)

Senada dengan keterangan di atas, Rasulullah ﷺ bersabda:

أَدْخَلَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ رَجُلًا كَانَ سَهْلًا مُشْتَرِيًا، وَبَائِعًا، وَقَاضِيًا، وَمُقْتَضِيًا الْجَنَّةَ

"Allah ﷻ memasukkan ke dalam surga seseorang yang memudahkan ketika membeli dan menjual, ketika membayar hutang, dan ketika menagih hutang." (HR. An-Nasa'i). 

Walaupun yang disinggung di atas sudah menjadi hak kita secara aturan fikih, tetapi syariat sangat menganjurkan kita agar tetap memberi kemudahan kepada lawan transaksi kita, terutama sesama muslim yang memang membutuhkan. Bukankah diantara tujuan kita dalam bermuamalah adalah saling menolong dan memenuhi kebutuhan saudara kita sesama muslim, bahkan non muslim. Karena hal itu tidak akan mengurangi atau menghalangi rezeki kita. Sebaliknya, hal itu akan semakin memperudah dan menambah berkah rezeki kita. Bagaimanapun rezeki itu sudah ditakar dengan sempurna kepada setiap hamba. Tidak akan pernah tertukar atau salah sasaran. 

Rasulullah ﷺ bersabda:

لاَ تَسْتَبْطِئُوْاالرِّزْقَ, فَإِنَّهُ لَنْ يَمُوْتَ العَبْدُ حَتَّى يَبْلُغَ آخِرَ رِزْقٍ هُوَ لَهُ, فَأَجْمِلُوْا فِي الطَّلَبِ, أَخْذِ الحَلاَلِ وَ تَرْكِ الحَرَامِ

“Janganlah menganggap rezeki kalian lambat. Sesungguhnya, tidak ada seorang pun meninggalkan dunia ini, melainkan setelah sempurna rejekinya. Carilah rejeki dengan cara yang baik; mengambil yang halal dan meninggalkan perkara yang haram.” 

Dengan demikian, kita aka selalu santai dalam mencari rezeki. Tidak panas dalam persaingan. Apalagi menghalalkan segala cara.

 ~ Sumber: Pengajian Kitab An-Nashâih ad-Dîniyyah wal-Washâyâ al-Imâniyyah k. arya al-Imam al-Arif Billah Habib Abdullah bin Alwi bin Muhammad al-Haddad al-Hadrami asy-Syafii

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow

Zainuddin Muslih, S.Pd verified-symbol "Kalau kamu bukan anak raja dan engkau bukan anak ulama besar, maka jadilah penulis." ― Abu Hamid Al-Ghazali