TAHUN BARU: APANYA YANG BARU? 

Feb 22, 2026 - 12:13
 0  89
TAHUN BARU: APANYA YANG BARU? 

Tidak lama lagi kita akan memasuki momentum pergantian tahun Masehi, dari tahun 2024 beralih ke tahun 2025. Kebanyakan orang di seluruh dunia, sebagaimana kita maklumi, menyambut momentum pergantian tahun itu dengan penuh suka cita.

Ada sekian banyak acara yang mereka lakukan untuk memperingati pergantian tahun itu, namun bagaimanapun bisa disimpulkan bahwa rata-rata cara yang mereka lakukan kebanyakan hanya kesia-siaan belaka, yang hukumnya makruh dilakukan. Bahkan banyak juga cara yang mereka lakukan hukumnya haram dalam pandangan Islam.

Cara menyambut tahun baru yang tidak memberikan manfaat apa-apa adalah seperti naik ke bukit atau puncak gunung, atau bermalam di tepi pantai. Mereka sengaja tidak tidur di malam itu, begadang sepanjang malam, hanya untuk menyaksikan matahari terbit pada pagi hari tanggal satu, di tahun yang baru.

Akan tetapi tidak diragukan lagi, bahwa kebanyakan acara yang diadakan dalam peringatan pergantian tahun adalah acara-acara yang diharamkan, semisal bermalam menunggu matahari terbit sambil minum minuman keras, atau berdua dengan pasangan yang tidak halal, atau campur-baur laki-laki dan perempuan di suatu tempat, atau menghambur-hamburkan uang tanpa ada manfaat yang jelas.

Maka dari itu, bisa disimpulkan bahwa kebanyakan acara perayaan pergantian tahun Masehi adalah perayaan yang negatif, tidak memberikan manfaat apa-apa, dan bahkan kebanyakan kegiatan-kegiatan di dalamnya adalah kegiatan haram atau paling tidak makruh. Karena itu bagi umat Islam, wa bil-khushush para pemuda dan pemudi, semestinya tidak terlibat dalam perayaan-perayaan tahun baru Masehi.

Namun, jika memang mereka tidak boleh tidak harus mengisi tahun baru dengan sesuatu, maka semestinya mereka harus mengganti acara-acara di dalamnya dengan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat, baik bermanfaat bagi diri sendiri maupun bagi orang lain. Dalam hal ini, mereka bisa berkaca pada kegiatan-kegiatan yang diadakan pada momentum-momentum yang lain, yang terdapat pada bulan-bulan yang lain.

Misalnya, mengisi malam tahun baru Masehi dengan pengajian umum atau zikir bersama, yang di situ bisa dilakukan muhasabah atau introspeksi diri, karena bagaimanapun pergantian tahun itu tidak berarti apa-apa selain berlalunya waktu dan bertambahnya usia, seperti halnya ulang tahun; jadi apa yang patut digirangkan dari berlalunya waktu dan bertambahnya usia? Tentu saja tidak ada.

Jika pergantian tahun kita isi dengan introspeksi diri, maka hal ini bisa diharapkan akan memperbaiki langkah-langkah kita di masa depan, untuk memperbaiki berbagai kesalahan dan kekurangan di masa lalu. Lain halnya jika pergantian tahun kita isi dengan bersukacita, bergembira dan euforia, maka kecil kemungkinan kita bisa melihat segala kekeliruan dan kekurangan kita di masa lalu, dan kecil pula kemungkinan kita akan memperbaikinya di masa depan.

Maka, mari kita sambut pergantian tahun dengan kegiatan yang positif, yang bermanfaat bagi kita dan orang lain, serta tidak bertentangan dengan syariat Islam.

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow

Zainuddin Muslih, S.Pd verified-symbol "Kalau kamu bukan anak raja dan engkau bukan anak ulama besar, maka jadilah penulis." ― Abu Hamid Al-Ghazali