IKHTIAR MENYEHATKAN MASYARAKAT
Salah satu tema yang hari ini diperbincangkan, setidaknya di kancah Nasional, adalah problem gizi buruk yang masih saja menjangkiti masyarakat Indonesia, negeri yang mendapatkan julukan gemah ripah loh jinawi ini. Faktanya, betapa banyak anak-anak Indonesia yang justru teridentifikasi stunting, yakni gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang, yang ditandai dengan panjang atau tinggi badan anak berada di bawah standar.
Maka barangkali itulah sebabnya, tema tentang peningkatan gizi ini masih hangat dibicarakan di mana-mana, bahkan salah satu pasangan calon pemimpin negeri ini menjadikan peningkatan gizi ini sebagai salah satu program unggulannya. Nah, ketika suatu tema sampai diangkat sebagai salah satu program unggulan calon pasangan pemimpin negeri, pastinya itu menunjukkan bahwa tema itu serius, dan jadi perhatian serta harapan banyak orang.
Namun bagaimanapun kita harus menyadari, bahwa sekalipun peningkatan gizi masyarakat Indonesia ini menjadi program yang harus digalakkan oleh pemerintah, namun kita tidak boleh mengandalkan program-program pemerintah itu, mengingat sudah pasti pemerintah tidak akan bisa menjangkau semua lapisan masyarakat dengan pemenuhan seratus persen kebutuhan. Karenanya, kita harus memiliki inisiatif dan upaya-upaya sendiri, agar program-program yang dijalankan pemerintah itu semakin ringan.
Di antara hal yang bisa kita lakukan untuk meringankan beban pemerintah adalah, pertama kita harus memiliki inisiatif sendiri untuk memenuhi kebutuhan gizi anak-anak kita, dengan cara memberi mereka asupan-asupan yang sehat dan bergizi tinggi, serta menghindarkan mereka dari makanan-makanan yang tidak sehat. Hal yang penting lagi adalah lelau mendukung program pemerintah dengan mengikuti program sehat yang biasanya disistribusikan melalui bidan-bidan yang ada di setiap desa di negeri ini, bahkan yang paling pelosok sekalipun.
Kedua, yaitu dengan cara men-support lembaga-lembaga sosial seperti LAZ Sidogiri atau lembaga-lembago sosial kemanusiaan yang lain, yang memiliki program yang mengarah pada peningkatan gizi dan kesehatan masyarakat. Hal demikian karena tentu di antara kita memiliki kelebihan rezeki yang telah dianugerahkan Allah subhanahu wa ta’ala, namun kita tidak tahu bagaimana caranya berkontribusi di bidang kesehatan untuk membantu saudara-saudara kita yang memerlukan. Maka, mendistribusikan sebagaian rezeki kita ke salah satu lembaga sosial seperti itu tentu sangat membantu dan sangat memudahkan kita dalam usaha membangun masyarakat yang sehat.
Dengan melakukan hal-hal di atas, insya-Allah kita sudah tercatat menjalankan ajaran agama yang dijanjikan pahala kelak oleh Allah ﷻ, sebagaimana diterangkan di dalam hadis yang artinya, “Barangsiapa yang menghilangkan satu kesulitan seorang mukmin yang lain dari kesulitannya di dunia, niscaya Allah ﷻ akan menghilangkan darinya satu kesulitan pada hari kiamat”. (HR. Muslim).


