PACEKLIK DAN BANJIR DI MASA RASULULLAH ﷺ

Mar 11, 2026 - 21:00
 0  8
PACEKLIK DAN BANJIR DI MASA RASULULLAH ﷺ

Hujan lebat yang mengguyur sejumlah wilayah hingga menyebabkan banjir mengingatkan kita bahwa bencana bukanlah peristiwa baru dalam sejarah manusia. Dalam khazanah Islam, peristiwa banjir juga pernah terjadi pada masa Rasulullah ﷺ, sebagaimana diriwayatkan oleh Anas bin Malik dalam hadis sahih riwayat Imam al-Bukhari.

Anas bin Malik menceritakan, pada suatu masa masyarakat Madinah mengalami musim paceklik. Saat Rasulullah ﷺ sedang menyampaikan khutbah Jumat, seorang Arab Badui berdiri dan mengadu, “Wahai Rasulullah, harta telah hancur dan keluarga kelaparan. Doakan kepada Allah untuk kami.” Mendengar itu, Rasulullah ﷺ langsung mengangkat kedua tangannya dan berdoa. Padahal, saat itu langit tampak cerah tanpa awan sedikit pun.

Namun, demi Allah yang menguasai jiwa Nabi ﷺ, belum sempat beliau menurunkan tangannya, awan-awan tiba-tiba berkumpul seperti gunung-gunung. Hujan pun turun dengan deras hingga membasahi jenggot Rasulullah ﷺ. Hujan tersebut tidak hanya turun pada hari itu, tetapi berlanjut keesokan hari, lusa, dan hari-hari berikutnya hingga Jumat pekan selanjutnya.

Pada Jumat berikutnya, seseorang kembali berdiri—dalam riwayat disebutkan orang yang sama atau yang lain—lalu berkata, “Wahai Rasulullah, bangunan telah runtuh dan harta tenggelam. Doakan kepada Allah untuk kami.” Rasulullah ﷺ kembali mengangkat kedua tangannya dan berdoa, “Allahumma hawalaina wa la ‘alaina” (Ya Allah, turunkan hujan di sekitar kami dan jangan Engkau jadikan petaka bagi kami). Atas izin Allah, awan pun berpindah dan hujan tidak lagi menimpa pemukiman penduduk.

Dalam riwayat lain disebutkan bahwa Allah memperlihatkan karamah Nabi ﷺ serta dikabulkannya doa beliau. Kisah ini mengajarkan bahwa hujan adalah rahmat, namun dapat berubah menjadi ujian bila tidak disertai kebijaksanaan dan kesiapsiagaan manusia. Bencana merupakan momentum untuk saling menolong, menyelamatkan korban, dan meneguhkan nilai kemanusiaan. Semoga Allah melimpahkan keselamatan dan keberkahan bagi negeri kita. Amin.

~ Sumber: Fath al-Bārī, Bāb Istisqā’ an-Nabī ﷺ, Bāb ‘Alāmāt an-Nubuwwah fī al-Islām

Jeki/Peduli

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow

Zainuddin Muslih, S.Pd verified-symbol "Kalau kamu bukan anak raja dan engkau bukan anak ulama besar, maka jadilah penulis." ― Abu Hamid Al-Ghazali