ETIKA PENERIMA BAGIAN HEWAN QURBAN

Apr 21, 2026 - 11:29
 0  2
ETIKA PENERIMA BAGIAN HEWAN QURBAN

Pembagian daging kurban pada Idul-Adha merupakan momentum ibadah dan solidaritas sosial. Dalam fikih, daging kurban dianjurkan untuk dibagikan kepada fakir miskin dan masyarakat sekitar. Dalam penjelasan para ulama seperti Imam Nawawi dalam Al-Majmu’, dianjurkan membagikan sebagian daging kepada yang membutuhkan sebagai bentuk syiar dan kepedulian sosial.

Agar nilai ibadah ini sempurna, penerima pun memiliki adab dan etika yang perlu dijaga.

1. Menampakkan Rasa Syukur

Menerima daging kurban hendaknya disertai dengan rasa syukur kepada Alah dan pemberi, bukan sekadar merasa “mendapat jatah”.

2. Tidak Meminta dengan Cara Memaksa

Islam menjaga kehormatan setiap muslim. Jika termasuk mustahik, boleh menerima; namun tidak pantas memaksa, berebut, atau mendesak panitia. 

3. Tertib dan Mengikuti Aturan Panitia

Dalam praktik modern, pembagian sering menggunakan kupon atau sistem antre. Mengikuti aturan adalah bagian dari adab sosial dan mencegah kekacauan yang bisa mengurangi kekhusyukan hari raya.

4. Tidak Mencela atau Membandingkan

Berat atau jenis daging yang diterima tidak perlu dibanding-bandingkan. Mengomentari secara negatif dapat melukai perasaan pekurban dan panitia. 

5. Mendoakan Pekurban

Ini adab yang sangat dianjurkan. Doakan agar kurban mereka diterima Allah dan dilipatgandakan pahalanya. Doa tulus dari penerima menjadi keberkahan tersendiri bagi pekurban.

6. Memanfaatkan dengan Baik

Daging qurban hendaknya diolah dan dimanfaatkan sebaik mungkin, tidak disia-siakan. Jika berlebih, boleh dibagikan kembali kepada tetangga lain sebagai bentuk berbagi kebaikan.

Jeki/Peduli

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow

Zainuddin Muslih, S.Pd verified-symbol "Kalau kamu bukan anak raja dan engkau bukan anak ulama besar, maka jadilah penulis." ― Abu Hamid Al-Ghazali