ORANG TUA HARUS MENJADI GURU PERTAMA BAGI ANAK-ANAKNYA

Nov 6, 2023 - 10:58
Mar 8, 2025 - 10:40
 0  5835
ORANG TUA HARUS MENJADI GURU PERTAMA BAGI ANAK-ANAKNYA
ORANG TUA HARUS MENJADI GURU PERTAMA BAGI ANAK-ANAKNYA

 Ungkapan di atas selaras dengan maqalah arab yang disampaikan oleh sastrawan asal Mesir bernama lengkap Muhammad Hafiz bin Ibrahim Afnadi Fahmi (1872-1932):

الأُم مَدْرَسَةُ الْأُوْلَى, إِذَا أَعْدَدْتَهَا أَعْدَدْتَ شَعْبًا طَيِبَ الْأعْرَاقِ

“Ibu adalah madrasah yang pertama, jika kamu menyiapkannya, berarti kamu menyiapkan lahirnya sebuah generasi yang baik budi pekertinya.”

Lebih luas lagi diutarakan oleh Ibnu Baadiis, ulama asal Aljazair (1889-1940) yang menyatakan kalau Madrasah pertama itu rumah (bukan hanya ibu): 

“البيت هو المدرسة الأولى والمصنع الأصلي لتكوين الرجال، و تديّنُ الأم هو أساس حفظ الدين والخلق.”

“Rumah itu adalah Madrasah pertama yang mencetak generasi terbaik, dimana peran penting ibu merupakan dasar pendidikan agama dan karakter anak-anak.” 

Dua ungkapan ini sangat populer dalam dunia pendidikan, mengingat betapa pentingnya pendidikan karakter dan dasar-dasar agama dalam keluarga, disamping juga merupakan kesempatan emas untuk memperoleh kemulian yang sangat tinggi dan kebahagiaan abadi bagi orang tua. Mengapa tidak, bukankah kemuliaan dan keutamaan seorang guru itu adalah pernghormatan yang sangat agung. Semisal sabda Rasulullah shallalhu alaihi wasallam: 

إِنَّ اللهَ سُبْحَانَهُ وَ مَلاَئِكَتَهُ وَ أَهْلَ سَمَاوَاتِهِ وَ أَرْضِهِ حَتَّى النَّمْلَةَ فِيْ جُحْرِهَا وَ حَتَّى الْحُوْتَ في الْبَحْرِ لَيُصَلُّوْنَ عَلَى مُعَلِّمِ النَّاسِ الْخَيْرَ

“Bahwasanya Allah Subhanahu wa Ta’ala dan para malaikat-Nya, isi langit dan bumi-Nya, bahkan semut-semut di dalam lubang beserta ikan-ikan di lautan, semua berdoa untuk kebaikan mereka yang gemar mengajarkan ilmu kepada oleh lain.” 

 Satu contoh yang lebih jelas adalah seperti yang di sampaikan oleh Syekhul-Azhar ke-19, Syekh Ibrahim al-Bajuri yang mengemban amanah sebagai Grand Syekh sejak 1847-1864. Dalam muqadimah Syarah Syamail Muhammadiyah, Beliau mengutip satu hadis mengenai keutamaan mengajarkan ‘Basmalah’ kepada anak-anaknya atau anak didiknya secara umum.

رُوِيَ عَن ابنِ عَبَّاسٍ رَضِي اللهُ تَعَالَى عَنْهُمَا اَنَّ رَسُوْلَ الله صَلَّى اللهُ عليهِ وَسَلَّمَ قَال خَيْرُ النَّاس وَ خَيْرُ مَن يَمشِي عَلَى الْاَرْضِ اَلْمُعَلِّمُوْنَ فَاِنَّهُمْ كُلًّمَا خَلُقَ الدِّيْنُ جَدَّدُوْهُ. اُعْطُوْهُمْ وَلَا تَسْتَأْجِرُوْهُمْ. فَاِنَّ الْمُعَلِّمَ اِذَا قَالَ لِلصَّبِيِّ قُلْ بسمِ اللهِ الرَّحْمًنِ الرَّحِيْمِ فَقَالَهَا كَتَبَ اللهُ بَرَاءَةً لِلصَّبِيِّ وَ بَرَاءَةً لِلْمُعَلِّمِ وَ بَرَاءَةً لِاَبَوَيْهِ مِ النَّارِ

Diriwayatkan dari Sayyidina Ibnu Abbas radliyallahu anhuma, bahwa Rasulullah shalla Allahu alaihi wa sallam, bersabda: “Manusia yang paling baik dan sebaik-baik orang yang berjalan di muka bumi adalah para guru. Setiap agama ini lapuk, mereka memperbaikinya. Maka berikanlah kepada mereka hadiah, bukan sebagai upah. Karena apabila seorang guru mengajarkan seorang anak kalimat; bismillahirrahmanirrahim, lalu anak itu mengucapkannya, Allah catat bagi anak tersebut, berikut guru dan kedua orang tuanya, jaminan pembebasan dari api neraka.”

Bisa dibayangkan kalau yang bertindak sebagai guru itu adalah ibu atau bapak dari anak-anak itu, maka kedua orang tua itu mendapatkan pahala dan kemuliaan ganda sebagai orang tua dan sebagai guru.

(Jeki/Peduli) 

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow