MENJEMPUT BERKAH LEWAT KEPEDULIAN

Mar 15, 2026 - 15:50
Mar 14, 2026 - 14:10
 0  2
MENJEMPUT BERKAH LEWAT KEPEDULIAN

Rezeki yang diperoleh dari usaha yang halal akan semakin bermakna ketika dapat dibagikan kepada mereka yang membutuhkan. Prinsip inilah yang dipegang oleh Fathor Rohman, seorang wirausahawan asal Curah Jeru Panji, Situbondo, yang sehari-hari menjalankan usaha sederhana sebagai penjual balon.

Di tengah kesibukannya berjualan balon, Fathor Rohman menyimpan semangat besar untuk berbagi kepada sesama, khususnya kepada anak-anak yatim. Baginya, sekecil apa pun rezeki yang diperoleh dari usaha, tetap memiliki nilai keberkahan ketika disisihkan untuk membantu orang lain.

Motivasi beliau menjadi donatur berangkat dari niat sederhana namun penuh makna: berbagi rezeki dari hasil usaha melalui kepedulian kepada anak-anak yatim. Melalui donasi yang disalurkan, beliau berharap dapat ikut menghadirkan kebahagiaan dan harapan bagi mereka yang membutuhkan perhatian dan dukungan.

Fathor Rohman juga merasakan bahwa berbagi tidak membuat rezeki berkurang. Justru sebaliknya, kepedulian yang diberikan menghadirkan ketenangan hati dan kebahagiaan tersendiri dalam hidupnya.

“Saya diberi ketenangan hati, karena meskipun sedikit masih bisa saling berbagi kepada anak yatim,” ungkapnya dengan penuh rasa syukur.

Kisah Fathor Rohman menunjukkan bahwa kebaikan tidak selalu lahir dari kelimpahan harta. Dari usaha sederhana sebagai penjual balon, tumbuh kepedulian yang besar untuk membantu sesama. Hal ini menjadi bukti bahwa setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk menebarkan manfaat dan menjemput keberkahan melalui berbagi.

Semoga semangat kepedulian yang ditunjukkan oleh Fathor Rohman dapat menginspirasi lebih banyak orang untuk menyisihkan sebagian rezekinya, sekecil apa pun, demi membantu mereka yang membutuhkan dan menghadirkan senyum bagi anak-anak yatim.

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow

Zainuddin Muslih, S.Pd verified-symbol "Kalau kamu bukan anak raja dan engkau bukan anak ulama besar, maka jadilah penulis." ― Abu Hamid Al-Ghazali