KETENTRAMAN HATI MELALUI AMAL DAN EMPATI

Jun 14, 2026 - 11:41
Jun 13, 2026 - 15:57
 0  3
KETENTRAMAN HATI MELALUI AMAL DAN EMPATI

Bersyukur atas nikmat yang diberikan Allah ﷻ dapat diwujudkan dengan berbagai cara. Salah satunya adalah dengan berbagi kepada sesama melalui sedekah dan donasi. Prinsip inilah yang dipegang oleh Muhammad Nacho'i, seorang wirausahawan asal Oi Maci, Sape, Bima, Nusa Tenggara Barat, yang menjadi salah satu donatur LAZ Sidogiri.

Bagi Muhammad Nacho'i, menjadi donatur bukan sekadar menyalurkan sebagian rezeki yang dimiliki, melainkan juga bentuk implementasi rasa syukur kepada Allah ﷻ atas berbagai nikmat dan karunia yang telah diberikan. Dengan berbagi, ia berharap dapat menghadirkan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan sekaligus menunaikan tanggung jawab sosial sebagai sesama muslim.

“Menjadi donatur merupakan implementasi syukur kepada Allah ﷻ,” tuturnya.

Komitmen berbagi tersebut ternyata membawa dampak positif dalam kehidupannya. Setelah menjadi donatur, ia merasakan ketenangan hati yang lebih mendalam serta tumbuhnya rasa empati terhadap kondisi sesama. Baginya, membantu orang lain tidak hanya memberikan manfaat bagi penerima, tetapi juga menjadi sarana pembinaan hati agar lebih peka terhadap kebutuhan masyarakat di sekitarnya.

“Saya merasakan ketentraman hati dan bertambahnya rasa empati kepada sesama,” ungkapnya.

Kisah Muhammad Nacho'i menjadi inspirasi bahwa setiap kebaikan yang diberikan akan kembali dalam bentuk keberkahan dan ketenangan jiwa. Melalui dukungan para donatur, LAZ Sidogiri terus berupaya menyalurkan amanah umat kepada mereka yang membutuhkan, sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

Semoga semangat berbagi yang ditunjukkan para donatur menjadi teladan bagi kita semua untuk terus menebar kebaikan, memperkuat kepedulian sosial, dan meraih ketentraman hati melalui amal serta empati kepada sesama.

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow

Zainuddin Muslih, S.Pd verified-symbol "Kalau kamu bukan anak raja dan engkau bukan anak ulama besar, maka jadilah penulis." ― Abu Hamid Al-Ghazali