KETIKA HARAPAN TAK PADAM : PERJUANGAN IBU MUIZAH DEMI MASA DEPAN KELUARGA

Jun 22, 2026 - 16:56
 0  2
KETIKA HARAPAN TAK PADAM : PERJUANGAN IBU MUIZAH DEMI MASA DEPAN KELUARGA

Di sebuah sudut sederhana di Pelowok Barat, Desa Kediri, Kecamatan Kediri, Kabupaten Lombok Barat, kehidupan Ibu Muizah berjalan dengan penuh perjuangan. Di balik senyum lembutnya, tersimpan kisah keteguhan hati seorang ibu yang tak pernah menyerah menghadapi ujian hidup.

Ibu Muizah adalah seorang ibu rumah tangga dengan tiga orang anak yang masih membutuhkan biaya hidup dan pendidikan. Dulu, suaminya bekerja sebagai pedagang kecil, berkeliling menjajakan jam tangan, korek api, dan barang sederhana lainnya. Penghasilan yang tidak menentu tetap mereka syukuri, hingga suatu hari musibah datang tanpa diduga. Sang suami mengalami kecelakaan yang membuat salah satu kakinya lumpuh. Sejak saat itu, ia tak lagi mampu bekerja seperti sebelumnya.

Keadaan pun berubah drastis. Beban ekonomi keluarga kini bertumpu di pundak Ibu Muizah. Dengan tekad kuat, ia mencoba berbagai cara demi menyambung hidup. Ia sempat bekerja sebagai karyawan kantin di salah satu pondok pesantren di Lombok Barat. Namun penghasilan tersebut belum cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarganya.

Di tengah keterbatasan, muncul harapan baru. Ibu Muizah memiliki keinginan sederhana: membuka warung kecil di rumahnya agar bisa tetap bekerja sambil mengurus keluarga. Sayangnya, keterbatasan modal menjadi penghalang besar.

Hingga akhirnya, bantuan itu datang. Melalui inisiatif tim LAZ Sidogiri, yang diwakili oleh Bapak Umar Wira Hadi Kusuma, Ibu Muizah mendapatkan perhatian dan pendampingan. Tidak hanya diberikan motivasi dan arahan, ia juga menerima bantuan modal usaha dari LAZ Sidogiri NTB.

Perlahan namun pasti, warung kecil yang dulu hanya sebatas harapan kini berdiri nyata di depan rumahnya. Ibu Muizah mulai menjual kebutuhan pokok seperti beras dan gas, lalu berkembang dengan menyediakan sayur-mayur serta lauk pauk untuk warga sekitar.

Kini, usaha tersebut menjadi penopang utama ekonomi keluarga. Meski masih sederhana, warung itu telah membawa perubahan besar dalam kehidupan mereka. “Alhamdulillah, sangat membantu untuk kebutuhan keluarga,” ungkap Ibu Muizah dengan mata berkaca-kaca.

Ia dan suaminya tak lupa menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada LAZ Sidogiri serta para donatur yang telah menyalurkan zakat, infak, dan sedekah. Bantuan tersebut bukan hanya soal materi, tetapi juga harapan dan semangat baru untuk bangkit.

Kisah Ibu Muizah adalah cerminan nyata bahwa zakat mampu mengubah kehidupan. Dari keterbatasan menuju kemandirian, dari keputusasaan menuju harapan. Di balik setiap bantuan, ada kehidupan yang perlahan kembali menemukan cahaya.

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow

Zainuddin Muslih, S.Pd verified-symbol "Kalau kamu bukan anak raja dan engkau bukan anak ulama besar, maka jadilah penulis." ― Abu Hamid Al-Ghazali