KIAT-KIAT MENGISI KEMERDEKAAN DI BULAN MAULID NABI
Allah ﷻ berfirman:
"Katakanlah (Muhammad), dengan karunia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Itu lebih baik daripada apa yang mereka kumpulkan." (QS. Yunus: 58).
Menurut riwayat dari Ibnu Abbas ra. yang dimaksud karunia Allah ﷻ adalah ilmu, sedangkan rahmat-Nya adalah Nabi Muhammad ﷺ.
Al-Hafizh Ibnu Hajar al-'Asqalani menjelaskan bahwa peringatan Maulid hendaknya diisi dengan amal yang manfaat dan mendekatkan diri kepada Allah ﷻ. Sejalan dengan itu, Habib Luthfi bin Yahya mengingatkan bahwa mencintai Rasulullah harus diwujudkan dengan meneruskan perjuangan para pahlawan yang telah memperjuangkan kemerdekaan.
Berikut beberapa kiat mengisi kemerdekaan di bulan Maulid.
1. Perbanyak membaca al-Qur'an dan shalawat.
Amal ini merupakan inti dalam menghidupkan ruh Maulid dan Kemerdekaan dengan mengenang perjuangan Rasulullah ﷺ akan memperkuat iman dan kecintaan kepada Negeri..
2. Perbanyak sedekah dan berbagi.
Ibnu Hajar al-'Asqalani menganjurkan memberi makan dan bersedekah sebagai bentuk syukur atas kelahiran Rasulullah ﷺ, serta perjuangan para pahlawan.
3. Isi kemerdekaan dengan karya dan akhlak mulia.
Kemerdekaan harus diisi dengan menjaga persatuan, belajar dan bekerja jujur sebagaimana teladan Rasulullah ﷺ.
4. Menghargai jasa ulama dan pahlawan bangsa.
Memperingati Maulid juga menjadi kesempatan untuk mengenang jasa para ulama, wali, dan pahlawan yang telah memperjuangkan agama serta kemerdekaan Indonesia.
5. menghindari kemaksiatan dan pesta foya-foya.
Al-Hafizh Ibnu Hajar al-'Asqalani menegaskan bahwa segala bentuk perbuatan haram, makruh, maupun yang bertentangan dengan adab Islam harus dijauhi. Peringatan Maulid dan kemerdekaan hendaknya diisi dengan kegiatan yang membawa keberkahan dan memperkuat ketakwaan.
~ Sumber: ad-Durrul Mantsûr, karya Jallaluddin as-Suyuthi, Beirut, Dârul Fikr: 1993], IV/367, dll.


