MENDAMAIKAN ANAK YANG BERTENGKAR DENGAN BIJAK

Sep 7, 2026 - 10:34
 0  2
MENDAMAIKAN ANAK YANG BERTENGKAR DENGAN BIJAK

Pertengkaran anak, baik antara saudara (sibling rivalry) maupun teman sebaya, merupakan bagian dari proses tumbuh kembang. Menurut dr. Aisah Dahlan, konflik kecil justru melatih otak anak untuk berkompetisi secara sehat, mempertahankan hak, bernegosiasi, dan menemukan solusi. 

Rasulullah ﷺ tidak mendidik anak dengan bentakan atau hukuman yang tergesa-gesa, tetapi dengan kelembutan, keadilan, dan pembiasaan akhlak mulia.  Ketika terjadi perselisihan, Rasulullah ﷺ mengajarkan pentingnya menjadi pendamai. Beliau bersabda, "Maukah kalian aku beritahu amalan yang lebih utama daripada puasa, salat, dan sedekah? Yaitu mendamaikan orang yang berselisih." (HR. Abu Dawud dan at-Tirmidzi).

Dalam perspektif Parenting Islami, pendidik hendaknya membiarkan anak menyelesaikan perselisihan ringan, seperti berebut mainan atau berbeda pendapat. Intervensi baru diperlukan apabila muncul ucapan yang melanggar adab, seperti kata-kata kasar, atau ketika konflik mengarah pada kekerasan fisik.

Sebelum menengahi, orang tua dianjurkan menenangkan diri dengan beristighfar dan berdoa agar diberi kelembutan hati. Sikap tenang akan membantu anak merasa aman dan lebih mudah menerima arahan. Saat berbicara, duduklah sejajar dengan anak. Posisi ini menciptakan suasana yang lebih nyaman sehingga emosi lebih mudah diredam.

Berikan kesempatan kepada setiap anak untuk menyampaikan versinya tanpa dipotong. Setelah mendengar keduanya, jangan terburu-buru menentukan siapa yang salah atau memaksa salah satu mengalah. Sebaliknya, ajak mereka bermusyawarah dengan bertanya, “Menurut kalian, solusi apa yang baik agar semuanya merasa senang?” Cara ini melatih tanggung jawab, empati, dan kemampuan menyelesaikan masalah.

Khusus pada anak laki-laki, hindari menasihati sambil menatap tajam ke matanya. Berdasarkan pendekatan neurolinguistik yang disampaikan dr. Aisah Dahlan, mereka cenderung lebih mudah menerima nasihat ketika tidak merasa terintimidasi oleh kontak mata yang berlebihan.

Intinya, mendidik anak adalah seni membimbing mereka agar mampu berdamai, bermusyawarah, dan berakhlak mulia.

(JK/Peduli)

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow

Zainuddin Muslih, S.Pd verified-symbol "Kalau kamu bukan anak raja dan engkau bukan anak ulama besar, maka jadilah penulis." ― Abu Hamid Al-Ghazali