DOA DI MASA KECIL NABI MUHAMMAD ﷺ YANG MENGHADIRKAN HUJAN DI MAKKAH
Di tengah hamparan tandus Kota Makkah, sejarah mencatat sebuah peristiwa yang sarat makna spiritual: irhash Nabi Muhammad ﷺ di masa kecilnya. Irhash, sebagai tanda-tanda luar biasa sebelum kenabian, menjadi isyarat awal atas kemuliaan yang kelak diemban beliau sebagai Rasul terakhir.
Kisah berikut ini diriwayatkan oleh Ibnu Asakir dan dikutip dalam beberapa kitab sirah. Kisah ini bermula saat Makkah dilanda kekeringan panjang. Sungai-sungai mengering, tanah retak, dan harapan masyarakat kian menipis. Sebagian bahkan sempat mengusulkan meminta hujan kepada berhala, mencerminkan kegersangan akidah pada masa itu. Namun di tengah kebingungan, muncul suara bijak yang mengingatkan mereka untuk kembali kepada Tuhan yang haq, melalui perantara keturunan Nabi Ibrahim dan Ismail, yakni Abu Thalib.
Dengan penuh keyakinan, masyarakat mendatangi Abu Thalib. Ia pun menunggu waktu yang tepat, lalu keluar bersama keponakannya, Muhammad kecil. Sosok anak yang memancarkan cahaya itu kemudian dihadapkan ke Ka’bah. Dalam suasana hening dan langit yang bersih tanpa awan, Muhammad kecil mengangkat tangannya memberi isyarat ke langit.
Tak lama berselang, keajaiban pun terjadi. Awan-awan datang berarak dari berbagai penjuru, menutupi langit Makkah, lalu menurunkan hujan deras. Tanah yang semula kering berubah subur, sungai kembali mengalir, dan kehidupan pun bersemi kembali.
Peristiwa ini bukan sekadar kisah hujan, tetapi pesan mendalam tentang tauhid dan keberkahan. Bahwa pertolongan Allah hadir melalui jalan yang Dia kehendaki, dan kehadiran Nabi Muhammad ﷺ telah membawa rahmat bahkan sejak masa kecilnya. Sebuah pengingat bagi kita, bahwa harapan selalu ada bagi mereka yang kembali kepada-Nya.
Sumber: Ar-Raheeq Al-Makhtum (juz I, hlm. 189) karya Shafiyurrahman Al-Mubarakfuri, Subulul Huda wa ar-Rasyad (juz II, hlm. 137) karya Muhammad bin Yusuf As-Shalihi, Al-Khasaish Al-Kubra (juz I, hlm. 145) karya Jalaluddin As-Suyuthi
Jeki/Peduli


