TINGKATAN ORANG-ORANG YANG BERSEDEKAH
Pertanyaan:
Pengasuh rubrik Konsultasi ZIS yang saya hormati. Saya mau bertanya, apakah ada keterangan yang diberikan oleh para ulama mengenai tingkatan orang-orang yang bersedekah, sebagaimana di dalam puasa ternyata ada keterangan macam-macam tingkatannya. Atas jawabannya kami sampaikan terimakasih.
Penanya: Roziqin, Pasuruan, 08128967xxxx
Jawaban:
Saudara Muqarrabin yang kami hormati. Mengenai tingkatan-tingkatan orang yang mendermakan hartanya sebagaimana Anda tanyakan, tentu banyak sekali keterangan yang diberikan oleh para ulama. Namun dalam kesempatan ini, kami akan mengutipkan keterangan yang diberikan oleh al-Imam al-Gazali dalam Ihya’ ‘Ulumiddin, ketika beliau menerangkan tiga tingkatan orang-orang yang berinfak, sebagai berikut:
1. Tingkatan orang-orang yang kuat, yaitu orang-orang yang menginfakkan seluruh hartanya dan tidak menyimpan sedikitpun untuk dirinya sendiri, sebagaimana yang dilakukan oleh Sayidina Abu Bakar ash-Shiddiq radhiyallahu ‘anhu, ketika beliau datang dengan membawa keseluruhan hartanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, yang kemudian Rasulullah bersabda: “Apa yang engkau sisakan untuk dirimu?” Abu Bakar menjawab: “Allah dan Rasul-Nya”.
2. Tingkatan pertengahan, yaitu orang-orang yang tidak mampu mengosongkan tangannya dari harta duniawi, tetapi dia masih menahan hartanya untuk berinfak ketika terlihat adanya orang yang membutuhkan; ketika ada orang yang membutuhkan, maka dia bersegera untuk memberikan hartanya, agar kebutuhan orang tersebut terpenuhi dan dia tidak membatasi pada zakat yang wajib saja.
3. Tingkatan orang yang lemah, yaitu orang yang membatasi pada membayar zakat yang wajib saja. Ini adalah tingkatan mereka dan setiap dari mereka memberikan hartanya berdasarkan ukuran kecintaan mereka kepada Allah ta'ala. Aku (Imam al-Ghazali) tidak melihat kamu mampu pada derajat yang awal tidak pula derajat kedua, maka berusahalah dengan sungguh-sungguh agar tidak melalaikan derajat ketiga ini, karena hanya melakukan yang wajib saja adalah batasannya orang-orang bakhil. Maka bersungguh-sungguhlah agar tidak terlewat padamu satu hari kecuali kamu bersedekah dengan sesuatu, yang dengan itu kamu tidak termasuk orang-orang bakhil.
Demikian jawaban yang bisa kami berikan, semoga bermanfaat.


