DIPLOMASI RASULULLAH ﷺ DENGAN NON-MUSLIM DALAM MEMBANGUN KESEJAHTERAAN UMAT

Agu 2, 2026 - 15:25
 0  4
DIPLOMASI RASULULLAH ﷺ DENGAN NON-MUSLIM DALAM MEMBANGUN KESEJAHTERAAN UMAT

Rasulullah ﷺ dikenal sangat toleran terhadap pemeluk agama lain, bersikap lemah lembut, serta tidak pernah memaksakan Islam kepada siapa pun. Dalam bidang pemerintahan, Rasulullah ﷺ membangun hubungan diplomatik dengan berbagai kerajaan, sedangkan dalam bidang ekonomi beliau menjalin hubungan perdagangan dengan non-Muslim, bahkan pernah menggadaikan baju besinya kepada seorang Yahudi. 

Dalam diplomasi internasional, Rasulullah ﷺ mengirimkan surat kepada Raja an-Najasyi di Habasyah dan Kisra, Raja Persia, dengan bahasa yang santun serta mengajak mereka mengenal Islam tanpa ancaman. Kepada Raja an-Najasyi beliau menulis:

بسم الله الرحمن الرحيم... من محمد رسول الله إلى النجاشي... أسلم تسلم.

Surat tersebut berisi ajakan kepada Islam dengan penuh penghormatan. Raja an-Najasyi membalas surat Rasulullah ﷺ dengan penghormatan yang sama dan menyatakan keimanannya setelah memahami risalah yang dibawa beliau. 

Kepada Kisra, Raja Persia, Rasulullah ﷺ juga mengirimkan surat dakwah dengan pendekatan damai:

بسم الله الرحمن الرحيم. من محمد رسول الله إلى كسرى عظيم فارس، سلام على من اتبع الهدى، وآمن بالله ورسوله، وشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأن محمداً عبده ورسوله... فأسلم تسلم، فإن أبيت فإن إثم المجوس عليك.

 “Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Dari Muhammad utusan Allah ﷻ kepada Kisra Penguasa Persia. Salam sejahtera bagi orang-orang yang mengikuti petunjuk, beriman kepada Allah dan utusan-Nya, dan bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah Yang Esa serta Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya. Aku mengajakmu kepada Allah ﷻ. Masuk Islamlah, niscaya engkau selamat. Jika engkau menolak, maka engkau akan memikul dosa kaum Majusi.”

Namun Kisra merobek surat itu sebagai bentuk penolakan. Dalam perjalanan sejarah, Kerajaan Persia kemudian mengalami kemunduran hingga akhirnya runtuh. Peristiwa ini menunjukkan bahwa Rasulullah ﷺ telah menempuh jalan dakwah yang santun dan bermartabat sebelum terjadi penolakan.

Rasulullah ﷺ sangat bijaksana dalam berinteraksi dengan berbagai kalangan. Surat-surat beliau selalu ditulis lengkap dengan nama pengirim, tujuan, serta isi yang penuh etika. Hal ini menegaskan bahwa Rasulullah ﷺ juga seorang negarawan dan diplomat ulung yang mengutamakan perdamaian. Diplomasi yang dibangun Rasulullah ﷺ membuka peluang kerja sama antarnegara, baik dalam bidang politik maupun ekonomi. Kemajuan sosial dan ekonomi yang dirasakan umat Islam pada masa Rasulullah ﷺ menjadi bukti bahwa kerja sama yang dilandasi keadilan, saling menghormati, dan akhlak mulia mampu menghadirkan kemaslahatan bagi seluruh umat manusia.

Sumber: Fath al-Bari, Jilid VIII, hlm. 27, Ar-Rahiq al-Makhtum, Muhammad: His Life Based on the Earliest Sources.dll.

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow

Zainuddin Muslih, S.Pd verified-symbol "Kalau kamu bukan anak raja dan engkau bukan anak ulama besar, maka jadilah penulis." ― Abu Hamid Al-Ghazali