MENJAGA SEMANGAT MENDIDIK DI TENGAH HIMPITAN EKONOMI
Di balik dedikasinya mendidik generasi bangsa, Muhammad Ali Masykur, S.Pd., harus menjalani kenyataan yang tidak mudah. Guru honorer yang tinggal di Jalan Dewi Sartika Tini, Atambua Selatan, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur, ini mengabdikan dirinya di dunia pendidikan meski tanpa penghasilan tetap yang mampu mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari.
Keterbatasan ekonomi tak pernah menyurutkan langkahnya untuk terus hadir di hadapan para siswa. Dengan segala kekurangan yang dimiliki, ia tetap berusaha menjalankan amanah sebagai pendidik, meski sering kali harus memikirkan bagaimana memenuhi kebutuhan keluarganya setelah tugas mengajar usai.
Melihat kondisi tersebut, LAZ Sidogiri melalui Program Insentif Guru memberikan bantuan sebagai bentuk kepedulian kepada para guru yang istiqamah mengabdi di tengah keterbatasan. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban ekonomi sekaligus menjadi penyemangat agar para guru tetap dapat menjalankan tugas mulianya.
"Alhamdulillah, dengan adanya Program Insentif Guru dari LAZ Sidogiri NTT, kebutuhan sehari-hari kami menjadi lebih terbantu. Bantuan ini sangat berarti bagi kami yang belum memiliki penghasilan tetap," ungkap Muhammad Ali Masykur penuh syukur.
Bagi Muhammad Ali Masykur, bantuan yang diterima menjadi penyemangat untuk tetap bertahan menjalankan amanah sebagai pendidik. Di tengah keterbatasan ekonomi dan belum adanya penghasilan tetap, ia bersyukur karena kebutuhan sehari-hari kini sedikit lebih ringan sehingga dapat lebih tenang dalam menjalankan aktivitas mengajar.
Dengan mata yang penuh harap, ia meyakini bahwa setiap kesulitan akan selalu disertai jalan keluar. Ia pun bertekad untuk terus mengabdi, mendidik anak-anak dengan penuh keikhlasan, sembari berharap Allah ﷻ melimpahkan keberkahan kepada setiap pihak yang telah menghadirkan kepedulian bagi dirinya dan keluarga.


