LANSIA SEBATANG KARA YANG BERTAHAN HIDUP TANPA PENGHASILAN
BANGKALAN – Di usia senja, Ibu Soleng menjalani kehidupan seorang diri di Bujuden, Ampara'an, Kecamatan Kokop, Kabupaten Bangkalan. Dahulu, ia bekerja sebagai buruh tani untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Namun, usia yang semakin lanjut membuatnya tidak lagi memiliki kemampuan dan kesempatan bekerja seperti sebelumnya.
Hidup sebatang kara tanpa pemasukan tetap membuat kondisi Ibu Soleng cukup memprihatinkan. Untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, ia hanya mengandalkan kepedulian kerabat dekat yang selama ini bersedia membantunya. Ketergantungan tersebut menjadi satu-satunya jalan bagi Ibu Soleng untuk bertahan memenuhi kebutuhan hidup.
Melihat kondisi tersebut, LAZ Sidogiri hadir melalui program bantuan mustahik. Bantuan disalurkan sebagai bentuk kepedulian kepada lansia dhuafa yang tidak memiliki penghasilan tetap dan membutuhkan dukungan untuk memenuhi kebutuhan dasar.
Bagi Ibu Soleng, bantuan yang diterimanya memberikan manfaat yang berarti. Setidaknya, bantuan tersebut dapat sedikit mengurangi ketergantungannya kepada kerabat yang selama ini menjadi tempat bergantung untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Alhamdulillah, bantuan ini sedikit mengurangi rasa ketergantungan kepada kerabat yang biasa membantu,” ungkapnya.
Kepedulian melalui zakat, infak, dan sedekah menjadi bagian penting dalam membantu masyarakat dhuafa. Melalui LAZ Sidogiri, amanah para donatur diupayakan hadir bagi mereka yang membutuhkan, termasuk lansia sebatang kara yang menjalani kehidupan dalam keterbatasan.


