SELALU ADA HIKMAH DI BALIK MUSIBAH
Jelang akhir tahun kemarin, kita justru mendengar kabar duka dari Garut dan Lumajang, yakni terjadinya banjir bandang dan erupsi Gunung Semeru, disusul dengan bencana-bencana lain yang menimpa belahan bumi di Negeri ini.
Musibah ini tentu terasa begitu berat. Sebab tak hanya menyebabkan kerugian material, pada musibah erupsi Gunung Semeru kita bahkan mendengar gugurnya 22 jiwa dalam bencana tersebut (data BNPB 6/12/21).
Meski begitu, dibalik musibah tetaplah ada hikmah yang bisa kita petik sebagai muslim. Diantara hikmah yang dapat kita petik adalah:
1. Mendidik jiwa, menyucikannya dari dosa
Allah ﷻ berfirman: “Apa saja musibah yang menimpa kamu maka disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah ﷻ memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).” (Asy-Syura: 42/30)
Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiallaahu anhu bahwa Nabi ﷺ bersabda: ”Tidak ada penyakit, kesedihan dan bahaya yang menimpa seorang mukmin hingga duri yang menusuknya melainkan Allah akan mengampuni kesalahan-kesalahannya dengan semua itu.” (HR. Al-Bukhari).
2. Ujian Keimanan
Baik bencana, musibah, hingga hal-hal yang membahagiakan semuanya adalah ujian Allah ﷻ untuk meningkatkan kualitas kita. Karena itu bersabarlah dalam menghadapi ujian meskipun terasa begitu berat dan sesak.
“Dan sungguh akan kami berikan cobaan kepada kalian dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan, ‘Inna lillahi wainna ilaihi raji’un.’ Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhannya, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS Al Baqarah: 155-157)
3. Muhasabah Diri
Datangnya musibah dan bencana tak lain adalah teguran dari Allah ﷻ. Alangkah baiknya jika hal itu dimanfaatkan untuk membenahi diri. “Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).” (QS Ar rum: 41)
4. Mengeratkan Ukhuwah
Dengan saling membantu sesama saudara yang kesulitan, insya Allah, menjadi sarana dalam mengeratkan ukhuwah Islamiyah. Terlebih dengan meringankan kesulitan orang lain, Allah ﷻ juga akan meringankan kesulitan kita. “Barangsiapa meringankan dari seorang mukmin salah satu kesusahan hidupnya di dunia, niscaya Allah ﷻ akan meringankan salah satu kesusahan hidupnya pada hari Kiamat”. (HR. Muslim, Abu Daud, Tirmidzi, Nasai dan Ibnu Majah)


