JAUH-JAUH MENJADI PENGEMIS DEMI MENDAPATKAN ILMU

Okt 21, 2026 - 11:14
 0  5
JAUH-JAUH MENJADI PENGEMIS DEMI MENDAPATKAN ILMU

Bagi Abu Abdurrahman Baqi bin Makhlad al-Qurthubi, perjalanan justru menjadi jalan untuk menemukan ilmu. Ulama asal Andalusia Ia rela meninggalkan tanah kelahirannya dan menempuh perjalanan panjang menuju Baghdad demi berguru kepada Imam Ahmad bin Hanbal.

Sesampainya di Baghdad, Baqi mendengar kabar bahwa Imam Ahmad sedang mendapat ujian dari penguasa. Ia dilarang membuka majelis ilmu sehingga tidak dapat mengajar sebagaimana biasanya. Namun, kabar itu tidak membuat Baqi pulang. Ia justru mencari cara agar tetap dapat belajar.

Suatu ketika, ia bertemu Yahya bin Ma'in, ulama besar sekaligus sahabat seperguruan Imam Ahmad. Setelah bertanya tentang banyak perawi hadis, Baqi menanyakan Imam Ahmad. Yahya menjawab bahwa tidak sembarang orang berani menilai Ahmad bin Hanbal. Ia adalah imam kaum Muslimin dan termasuk manusia terbaik pada zamannya.

Ketika bertemu, ia mengungkapkan bahwa dirinya datang dari Andalusia dengan satu tujuan: belajar hadis. Imam Ahmad menyambutnya dengan senang, tetapi mengingatkan bahwa dirinya sedang dilarang mengajar. Baqi tidak menyerah. Ia menawarkan sebuah cara. Setiap hari ia akan datang menyamar sebagai pengemis. Imam Ahmad cukup menyampaikan satu hadis kepadanya. Jika hanya satu hadis yang diperoleh setiap hari, baginya itu sudah sangat berharga.

Kesepakatan itu dijalankan. Dengan tongkat di tangan dan kain menutupi kepala, Baqi datang dari hari ke hari. Imam Ahmad kemudian menyampaikan dua atau tiga hadis secara sembunyi-sembunyi.

Kesabaran itu akhirnya membuahkan hasil. Ketika Imam Ahmad kembali diperbolehkan mengajar, ia menempatkan Baqi di tempat khusus dalam majelisnya. Kisah ketekunan Baqi pun kerap ia ceritakan kepada murid-muridnya.

~Disarikan dari Siyaru A'lamin Nubala karya Syamsuddin adz-Dzahabi, juz XVI, hlm. 26. 

(Jeki/Peduli)

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow

Zainuddin Muslih, S.Pd verified-symbol "Kalau kamu bukan anak raja dan engkau bukan anak ulama besar, maka jadilah penulis." ― Abu Hamid Al-Ghazali