GURU DAN TANTANGAN MEMBENTUK GENERASI

Okt 10, 2026 - 10:28
 0  2
GURU DAN TANTANGAN MEMBENTUK GENERASI

Perkembangan zaman telah membawa dunia pendidikan memasuki ruang yang sama sekali berbeda. Pengetahuan kini tidak lagi hanya ditemukan di ruang kelas. Internet, media sosial, hingga kecerdasan buatan (AI) memungkinkan siapa saja memperoleh informasi dalam waktu singkat. Generasi muda tumbuh di tengah limpahan pengetahuan yang nyaris tanpa batas.

Namun, kemudahan memperoleh informasi tidak selalu berjalan seiring dengan kemampuan menentukan mana yang benar, baik, dan layak dijadikan pegangan. Di tengah derasnya arus digital, tantangan pendidikan justru bergeser: bukan lagi sekadar bagaimana membuat generasi muda mengetahui banyak hal, tetapi bagaimana membentuk mereka agar mampu berpikir jernih, memiliki adab, berkarakter kuat, dan bertanggung jawab atas pengetahuan yang dimiliki.

Di sinilah guru memiliki posisi yang semakin strategis. Teknologi dapat menyediakan informasi, tetapi pendidikan membutuhkan lebih dari sekadar informasi. Generasi muda membutuhkan arah, pendampingan, nilai, dan sosok nyata yang dapat menjadi rujukan dalam bersikap. Sebab, keberhasilan pendidikan tidak cukup diukur dari seberapa banyak pengetahuan yang dikuasai, tetapi juga dari manusia seperti apa yang berhasil dibentuk.

Karena itu, perubahan zaman tidak menghilangkan kebutuhan terhadap guru. Sebaliknya, ia menuntut guru untuk memperkuat kembali perannya sebagai pilar pendidikan umat. Di tengah dunia yang semakin cepat berubah, guru memikul tugas besar untuk memastikan bahwa kemajuan pengetahuan tetap berjalan bersama kematangan akal, kekuatan karakter, dan keluhuran adab generasi. 

Berikut petikan wawanaca reporter Majalah PEDULI, Samuel Gibran bersama Prof. Dr. H. Sunardji Dahri Tiam, M, Pd, Direktur Pascasarjana UNIRA Malang.

Di tengah derasnya arus informasi, media sosial, dan kecerdasan buatan (AI), generasi muda semakin mudah memperoleh pengetahuan tanpa selalu melalui guru. Dalam kondisi seperti ini, mengapa guru tetap memiliki posisi penting sebagai pilar pendidikan umat?

 Karena guru posisinya mudah dilihat untuk digugu dan ditiru

Salah satu tantangan pendidikan hari ini bukan lagi sekadar kurangnya akses terhadap ilmu, tetapi juga persoalan adab, keteladanan, dan kemampuan menyaring informasi. Sejauh mana guru memiliki tanggung jawab dalam menjaga arah moral dan intelektual generasi umat di tengah perubahan tersebut?

Sasaran utama pendidikan adalah prilaku siswa. Prilaku ini mengalir dari sikap atau karakter. Karakter dibentuk oleh wawasan dan keterampilan.

Jika kualitas generasi masa depan sangat ditentukan oleh kualitas gurunya, apa yang perlu diperkuat dari sosok dan profesi guru hari ini agar mereka tetap mampu menjadi pilar pendidikan umat di tengah tuntutan zaman yang terus berubah?

Oleh karena itu guru harus tahu peran ini dan harus lebih dahulu memiliki sikap atau karakter yang bisa ditiru. Dan harus menyadari bahwa guru bukan hanya mengajar (mengisi) melainkan juga mendidik (membentuk).

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow

Zainuddin Muslih, S.Pd verified-symbol "Kalau kamu bukan anak raja dan engkau bukan anak ulama besar, maka jadilah penulis." ― Abu Hamid Al-Ghazali