TELADAN PARA NABI DALAM MENDIDIK ANAK

Okt 21, 2026 - 11:14
 0  6
TELADAN PARA NABI DALAM MENDIDIK ANAK

Orang tua memiliki tanggung jawab menanamkan iman, akhlak, dan nilai-nilai kebaikan agar anak mampu menjalani kehidupan sesuai tuntunan Allah ﷻ. Al-Qur’an menghadirkan sejumlah kisah yang dapat menjadi inspirasi dalam menjalankan peran tersebut.

Pertama, mendidik dengan doa. Nabi Ibrahim ‘alaihis salam menitipkan masa depan anak dan keturunannya kepada Allah ﷻ melalui doa: “Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan salat.” (QS. Ibrahim: 40). Doa menjadi bentuk kasih sayang sekaligus ikhtiar spiritual orang tua.

Kedua, membangun komunikasi yang sehat. Kisah Nabi Ya’qub ‘alaihis salam bersama Nabi Yusuf ‘alaihis salam memperlihatkan hubungan ayah dan anak yang dekat. Yusuf berani menceritakan mimpinya kepada sang ayah, sementara Ya’qub mendengarkan dan memberikan nasihat dengan penuh kebijaksanaan. Ia memahami kondisi anaknya sekaligus melindunginya dari kemungkinan buruk (QS. Yusuf: 4–5).

Ketiga, menunjukkan kasih sayang melalui tindakan. Rasulullah ﷺ adalah teladan dalam mengekspresikan cinta kepada keluarga. Beliau menghormati dan menyambut putrinya, Sayyidah Fatimah, dengan penuh kasih. Sikap tersebut mengajarkan bahwa anak membutuhkan cinta yang dapat mereka rasakan, bukan hanya nasihat yang mereka dengar.

Keempat, menanamkan nilai dan kebijaksanaan. Nasihat Luqman kepada putranya menjadi salah satu gambaran pendidikan keluarga dalam Al-Qur’an. Ia mengajarkan kesadaran bahwa setiap perbuatan akan diketahui Allah ﷻ, sekaligus mengingatkan agar menjauhi kesombongan dan menjaga akhlak (QS. Luqman: 16–18).

Al-Quran mengajarkan bahwa parenting Islami bertumpu pada doa, komunikasi, kasih sayang, dan keteladanan, sehingg anak-anak tumbuh degan bimbingan hati dan akhlaknya menuju kebaikan.

(Jeki/Peduli)

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow

Zainuddin Muslih, S.Pd verified-symbol "Kalau kamu bukan anak raja dan engkau bukan anak ulama besar, maka jadilah penulis." ― Abu Hamid Al-Ghazali