SHALAT BAROMETER BAIKNYA PENDIDIKAN ANAK

Agu 10, 2023 - 04:59
Agu 10, 2023 - 04:59
 0  233
SHALAT BAROMETER BAIKNYA PENDIDIKAN ANAK
SHALAT BAROMETER BAIKNYA PENDIDIKAN ANAK

Parenting anak pra dan pasca lahirnya anak yang telah disebutkan sebelumnya, merupakan persiapan matang untuk meyambut parenting berikutnya, yaitu mempersiapakan dan memcetak karakter anak yang mengenal dan dekat dengan Allah Subhanahu wa ta’ala, yaitu dengan ibadah Shalat.

 

Rasulullah shallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إنَّ أَوَّلَ مَا يُحَاسَبُ بِهِ العَبْدُ يَوْمَ القِيَامَةِ مِنْ عَمَلِهِ صَلَاتُهُ، فَإنْ صَلُحَتْ، فَقَدْ أَفْلَحَ وَأَنْجَحَ، وَإنْ فَسَدَتْ، فَقَدْ خَابَ وَخَسِرَ، فَإِنِ انْتَقَصَ مِنْ فَرِيْضَتِهِ شَيْءٌ، قَالَ الرَّبُ – عَزَّ وَجَلَّ – : اُنْظُرُوْا هَلْ لِعَبْدِيْ مِنْ تَطَوُّعٍ، فَيُكَمَّلُ مِنْهَا مَا انْتَقَصَ مِنَ الفَرِيْضَةِ ؟ ثُمَّ تَكُوْنُ سَائِرُ أعْمَالِهِ عَلَى هَذَا.

 

Sesungguhnya amal yang pertama kali dihisab pada seorang hamba pada hari kiamat adalah shalatnya. Maka, jika shalatnya baik, sungguh ia telah beruntung dan berhasil.

Dan jika shalatnya rusak, sungguh ia telah gagal dan rugi. Jika berkurang sedikit dari shalat wajibnya, maka Allah Ta’ala berfirman: ‘Lihatlah apakah hamba-Ku memiliki shalat sunnah.’

Maka disempurnakanlah apa yang kurang dari shalat wajibnya. Kemudian begitu pula dengan seluruh amalnya.” (HR. Tirmidzi).

 

Untuk tercapainya tujuan ini, kita sebagai orang tua diarahkan agar memerintah anak-anak untuk shalat ketika mereka berumur tujuh tahun, dan kita diarahkan untuk memukul mereka sebagai bukti didikan yang serius bila mereka meninggalkan shalat saat mereka usia sepuluh tahun. Tentunya dengan pukulan yang tidak bahaya dan tidak larang seperti memukul area wajah dan kepala.

 

Tentu anjuran ini harus dimulai dan dicontohkan oleh para orang tua setiap harinya. Kemudian menginjak usia tujuh tahun, kita berperan penting dalam mengenalkan dan menghubungkan kepada Allah Subhanahu wa ta’ala menghubungkan mereka dengan kewajiban shalat lima waktu, sehingga mereka terikat dengan shalat secara continu. Dan yang terpenting selain Gerakan dhahir dalam shalat, ajarkan dan tanamkan segala upaya dan usaha kita karena Allah Subhanahu wa ta’ala. Hal ini bisa dilatih dengan shalat yang khusuk dan mengerti makna setiap bacaan dalam shalat.

 

 Lebih utama sebelum itu, bagi orang tua laki-laki (ayah) hendaknya menemani anak untuk datang ke masjid, mengajarkan anak adab masuk dan keluar masjid, adab ketika berdiam di dalam masjid, menguatkan pendidikan anak tentang gerakan-gerakan sholat, misalnya berdiri, ruku‟, sujud, tahiyyat, dan lain-lainnya. Pendidikan tersebut hendaknya dilakukan secara berangsur-angsur, dibagi menjadi dua atau tiga bagian, dan setiap bagian hendaknya diberikan jeda waktu.

 

Dengan cara tersebut, secara pelan-pelan akan tumbuh ketakwaaan dalam diri anak, sehingga ketika ia telah mencapai masa baligh ia akan terbiasa sendiri untuk melakukannya tanpa ada kesulitan. Selain dalam ibadah shalat, secara bertahap atau berangsur-angsur, orang tua juga harus membiasakan anak untuk melakukan ibadah puasa, dan ibadah lainnya seperti bersedekah. Ketika hendak memberikan sesuatu kepada oarang yang meminta-minta, maka berikanlah sesuatu itu kepada anak agar ia sendiri yang memberikannya. Dengan seperti itu, maka akan membekas dalam hati seorang anak rasa kasih sayang, belas kasih, membantu sesama.

 

(Jeki/Peduli)

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow