HENDAKNYA MEMANDANG DENGAN KASIH SAYANG TERHADAP FAKIR MISKIN
Banyak orang-orang di sekitar kita yang tidak bisa hidup layak. Serba kekurangan, bahkan sedang menderita tertimpa musibah kelaparan, kesakitan, dan lain sebagainya. Mereka bahkan sedang menengadah memelas kasih bantuan dan kepedulian kita.
Tapi ada pula yang sedang menutupi bahkan merahasiakan kondisinya yang sedang butuh untuk biaya hidup keluarga, biaya pendidikan anak-anaknya yang harus dilunasi dalam waktu dekat, bahkan ada yang menahan lapar karena perutnya kosong berhari hari tidak kemasukan makanan. Mereka lebih menjaga harga diri dan kemuliaannya daripada menampakkan butuh apalagi meminta minta.
Inilah yang kata Imam Muhammad bin Idris as-Syafi’i: Terdapat tiga hal yang menunjukkan kemuliaan seseorang. Pertama, menyembunyikan kemiskinannya, Sehingga orang-orang di sekitarnya menyangka dia adalah orang berada, sehingga tidak merepotkan orang lain.
Kedua, menyembunyikan emosi kemarahannya, sehingga orang-orang disekitarnya menganggap dia rela dan berdamai ketika menghadapi sesuatu yang tidak disenangi. Tentu hal ini bukan hal kemaksiatan yang harus nahi munkar.
Ketiga, menyembunyikan kesulitan dan kesusahannya, sehingga orang-orang di sekitarnya mengira dia orang yang penuh kenikmatan dan kecukupan.
Kedua kondisi mustahik di atas (orang yang menampakkan sedang butuh dan orang yang merahasiakan kebutuhannya) adalah sama-sama berhak untuk kita kasihi dan kita bantu mencukupi kebutuhannya. Bukankah Allah berfirman, “Pada harta benda mereka ada hak bagi orang miskin yang meminta dan yang tidak meminta.” (Surat Adz-Dzariyat:19)
Walaupun berbeda sifat dan sikap, dan tentunya lebih mulia yang tidak meminta-minta. Mereka sama-sama berhak atas kelebihan harta benda yang kita miliki. Mereka sama-sama butuh untuk dikasihi dan disayangi hingga mereka dapat keluar dari kondisi mereka yang memprihatinkan.
Rasulullah telah mendidik kita untuk menyayangi mereka para fakir miskin. Walaupun mereka telah berbuat salah, namun kasih sayang Rasulullah tidak sampai hilang oleh kesalahan yang mereka perbuat.


