KENAPA RASULULLAH MEMILIH HIDUP SEDERHANA

Agu 11, 2025 - 19:34
 0  537
KENAPA RASULULLAH MEMILIH HIDUP SEDERHANA

Dalam tulisan sebelumnya yang dikutip dari buku Amwalun Nabi karya Dr. Abdul Fattah As-Samman, disebutkan bahwa jumlah kekayaan Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam mencapai  1217 kg emas, yang berarti Rasulullah merupakan pribadi yang kaya raya, namun lebih memilih hidup sederhana atau bisa dikatakan miskin. 

Dalam sebuah hadis riwayat Imam Tirmidzi, Rasulullah bersabda, “Tuhanku telah menawarkan kepada diriku, bahwa Dia ingin menjadikan padang pasir Makkah sebagai emas. Kemudian aku menjawab: Jangan, wahai Tuhanku. Tetapi, aku hanya ingin kenyang untuk sehari dan lapar sehari di hari yang lain atau semacam keduanya. Apabila aku lapar, aku akan memohon kepadamu dan mengingatmu. Begitu pun ketika aku kenyang, aku akan memujimu dan lalu bersyukur.” (HR. Tirmidzi).

Syekh Ali bin Sulthan Muhammad dalam kitab Mirqatul Mafatih menjelaskan hadits tersebut, bahwasanya Allah menawarkan pilihan kepada Rasulullah antara dua pilihan; kemegahan hidup atau hidup sederhana. Bahkan bila Rasulullah mau, Allah hendak menjadikan padang pasir yang ada di Makkah batu dan pasirnya menjadi emas untuk Rasulullah dan bagi umatnya. Namun, tawaran tersebut ditolak langsung oleh Rasulullah dengan memillih lapar di suatu waktu, dimana dengan lapar itu ia bisa bersabar. Dan kenyang dalam suatu waktu yang lain, dimana dengan kenyang tersebut ia bisa bersyukur. 

Disana terdapat  hikmah yang besar yang dapat dijadikan teladan bagi Umat-nya.  Syekh Hasan bin Ali Al-Qahiri dalam kitab Fathul Qarib al-Mujib menjelaskan, ada seseorang bertanya terkait hikmah di balik keputusan Nabi Muhammad saat diberi tawaran kemewahan hidup, sebagaimana penjelasan hadits tersebut. Syekh Hasan menyebutkan beberapa hikmah sekaligus menjawab pertanyaan tersebut, yaitu sebagai berikut:   Jika Nabi Muhammad hidup dalam kekayaan dan kemegahan, maka kaumnya akan menuduh bahwa dia adalah orang yang gila harta dan tamak. Untuk itu, Rasulullah memilih tetap hidup sederhana. Allah-lah yang menjadikan Rasulullah memilih tetap dalam kesederhanaan. Supaya hati orang fakir merasa ikut bahagia dengan kesederhanaan hidup karena merasa menemukan teladan yang senasib. 

Ketika orang kaya bergembira dengan harta yang tidak akan terlepas dari hukum halal dan haram. Keharamannya akan membawa kepada penderitaan dan siksa, sedangkan halalnya akan dihisab diminta pertanggungjawaban. Sehingga hisabnya akan menyibukkan Rasulullah di hari kiamat nanti. Hal ini bisa menyebabkan waktu beliau terkuras dan terganggu untuk memberikan syafaat kepada umatnya. Karena inilah, Rasulullah memilih hidup sederhana. Kesederhanaan yang dipilih oleh Rasulullah menjadi bukti, bahwa sederhana itu lebih berharga dibandingkan dengan kaya. Karena Rasulullah sebagai makhluk terbaik, justru memilih hidup sederhana. (Syekh Hasan bin Ali Al-Qahiri, Fathul Qarib al-Mujib, Riyadh, Maktabah Darussalam, 2018, jilid 13 hal. 4948.

Sumber: https://islam.nu.or.id/ dll.

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow

Zainuddin Muslih, S.Pd verified-symbol "Kalau kamu bukan anak raja dan engkau bukan anak ulama besar, maka jadilah penulis." ― Abu Hamid Al-Ghazali