QURBAN: ENERGI SOLIDARITAS DAN KEADILAN SOSIAL

Apr 25, 2026 - 11:26
 0  4
QURBAN: ENERGI SOLIDARITAS DAN KEADILAN SOSIAL

Qurban adalah ibadah yang paling khas pasca Hari Raya Idul Adha. Di dalam qurban, umat Islam rela mengorbankan kambing, sapi, atau unta mereka demi mendapatkan ridha, penerimaan, dan balasan baik yang dijanjikan oleh Allah subhanahu wa ta’ala. Namun, di samping ibadah yang murni karena Allah, qurban adalah simbol ketaatan sekaligus solidaritas kemanusiaan yang dampaknya terus bergema bahkan setelah hari raya berlalu.

Al-Quran menegaskan, “Maka dirikanlah salat karena Tuhanmu dan berqurbanlah” (QS. Al-Kautsar: 2). Perintah ini menegaskan bahwa qurban adalah manifestasi syukur dan penghambaan total kepada Allah ﷻ. Dalam ayat lain ditegaskan, “Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai Allah ﷻ, tetapi yang dapat mencapai-Nya adalah ketakwaan kamu” (QS. Al-Hajj:37). Artinya, esensi qurban terletak pada nilai spiritual dan kepedulian sosial yang menyertainya.

Dalam sebuah hadis, Rasulullah ﷺ bersabda, “Tidak ada amalan yang dilakukan anak Adam pada hari Nahr yang lebih dicintai Allah ﷻ melebihi menyembelih hewan qurban” (HR. At-Tirmidzi). Hadis ini menunjukkan keutamaan qurban sebagai ibadah yang berdimensi vertikal dan horizontal sekaligus.

Karena memang secara sosial, qurban adalah pengejawantahan empati. Daging yang dibagikan menjembatani jurang antara yang mampu dan yang membutuhkan. Di momen inilah kaum dhuafa bisa merasakan kegembiraan yang sama, menikmati hidangan yang mungkin jarang tersaji di hari biasa. Di sini, Qurban menjadi bahasa universal kepedulian: bahwa kebahagiaan sejati tumbuh saat kita berbagi.

Lebih jauh, qurban memiliki potensi besar dalam mendorong kesejahteraan dan pemerataan ekonomi. Permintaan hewan qurban menggerakkan sektor peternakan, perdagangan, hingga distribusi. Peternak lokal memperoleh pendapatan signifikan, perputaran uang meningkat, dan ekonomi desa ikut berdenyut. Jika potensi qurban ini dikelola secara terorganisir dan berkelanjutan, maka qurban dapat menjadi instrumen pemberdayaan ekonomi umat yang luar biasa.

Selain manfaat sosial dan ekonomi sebagaimana telah dijelaskan barusan, dampak positif jangka panjang dari qurban tidak hanya pada konsumsi sesaat, akan tetapi juga pada penguatan jaringan sosial dan ekonomi. Tradisi gotong royong dalam penyembelihan dan distribusi membangun kepercayaan sosial. Sementara peningkatan permintaan hewan ternak mendorong investasi, perbaikan kualitas peternakan, dan penciptaan lapangan kerja.

Karena itu, semangat qurban seharusnya tidak padam selepas Idul Adha. Nilai pengorbanan, keikhlasan, dan solidaritas mesti terus hidup dalam praktik keseharian. Qurban mengajarkan bahwa kesejahteraan bukan hanya tentang memiliki, melainkan tentang memberi. Dalam memberi itulah kita membangun masyarakat yang lebih adil, berdaya, dan bermartabat.

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow

Zainuddin Muslih, S.Pd verified-symbol "Kalau kamu bukan anak raja dan engkau bukan anak ulama besar, maka jadilah penulis." ― Abu Hamid Al-Ghazali