HIDUP SEBATANG KARA TANPA TEMPAT TINGGAL DI USIA SENJA
Menghabiskan masa tua dengan beristirahat tenang di rumah adalah impian hampir setiap manusia. Namun kenyataan pahit tak selalu berpihak pada semua orang. Di sudut Jl. Raya Pakuniran, Desa Pandean, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo, seorang lansia harus menjalani hari-hari senjanya dalam keterbatasan yang memilukan.
Dialah Kakek Astro (78). Di usia yang seharusnya diisi dengan istirahat dan ketenangan, beliau masih harus berjualan hingga larut malam demi mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari. Dengan kondisi fisik yang semakin renta, Kakek Astro tetap berusaha bertahan, mengandalkan tenaga yang tersisa.
Sebelumnya, Kakek Astro dikenal sebagai sosok pekerja keras. Sejak meninggalkan kampung halamannya di Kabupaten Banyuwangi, beliau sempat mengembara dan bekerja di berbagai daerah di Jawa Timur demi mencari penghidupan yang layak. Namun takdir berkata lain. Kini, ia harus menjalani hidup sebatang kara setelah istri dan anak-anaknya meninggal dunia.
Yang lebih memprihatinkan, Kakek Astro tidak memiliki tempat tinggal. Setiap hari ia tidur di pinggir jalan, tepat di lokasi tempat ia berjualan. Lapak sederhananya dibangun seadanya, hanya beralas terpal dan beratapkan plastik. Panas terik matahari di siang hari serta dinginnya angin malam telah menjadi bagian dari kesehariannya.
“Hasil dari saya berjualan tidak pasti, Mas. Kalau ramai bisa sampai 70 ribuan, kadang tidak ada yang membeli sama sekali,” tutur Kakek Astro lirih saat ditemui relawan Peduli di kawasan Jl. Raya Pakuniran.
Kisah Kakek Astro menjadi potret nyata masih adanya lansia yang hidup dalam kondisi serba kekurangan dan jauh dari kata layak. Mereka membutuhkan uluran tangan, kepedulian, dan perhatian dari sesama agar dapat menjalani sisa usia dengan lebih manusiawi.
Melalui LAZ Sidogiri, mari bersama-sama menghadirkan harapan dan kebaikan bagi mereka yang membutuhkan. Karena kepedulian kita hari ini, bisa menjadi penopang hidup dan penguat langkah bagi saudara-saudara kita yang tengah diuji.


