MEMBERIKAN ZAKAT KEPADA KERABAT SENDIRI

Apr 25, 2026 - 11:27
 0  3
MEMBERIKAN ZAKAT KEPADA KERABAT SENDIRI

Pertanyaan

Pengasuh rubrik Konsultasi ZIS Majalah PEDULI yang saya hormati. Sebagaimana kita ketahui, zakat itu harus diberikan kepada para mustahiq zakat yang delapan, sebagaimana telah diterangkan dalam al-Quran. Yang mau saya tanyakan adalah: bolehkah jika misalnya saya memberikan zakat kepada salah satu golongan, misalnya golongan orang miskin, tapi orangnya masih kerabat saya sendiri? Demikian, atas jawabannya saya sampaikan terimakasih.

Penanya: Muslim, Pasuruan, 08127678xxxx

 

Jawaban

Tidak boleh memberikan zakat kepada istri, orang tua, anak atau kerabat yang wajib dinafkahi oleh muzakki atas nama fakir-miskin. Namun jika atas nama amil, budak mukatab, gharim (orang yang berhutang) serta mujahid perang maka diperbolehkan. Namun jika orang tua dan anak tersebut tidak wajib dinafkahi, maka boleh memberikan zakat kepada keduanya atas nama fakir-miskin.

Dalam kitab Al-Majmu‘ Syarh al-Muhadzdzab vol. 6, hlm. 229 disebutkan:

ولا يجوز دفعها الي من تلزمه نفقته من الاقارب والزوجات من سهم الفقراء لان ذلك انما جعل للحاجة ولا حاجة بهم مع وجوب النفقة (الشرح) هذا الَّذِي ذكره متفق عليه عندنا - قال أصحابنا ويجوز أن يدفع إلى ولده ووالده من سهم العَامِلِينَ وَالْمُكَاتَبِينَ وَالْغَارِمِينَ والغزاة إذا كانا بهذه الصفة إلى أن قال (وأما) إذا كان الولد أو الوالد فقيرا أو مسكينا وقلنا في في بعض الأحوال لا تَجِبْ نَفَقتُهُ فَيَجُوزُ الوالده وولده دفع الزكاة إليه من سهم الفقراء والمساكين بلا خلاف لأنه حينئذ كالأجنبي

Adapun kerabat yang tidak wajib dinafkahi seperti saudara, paman, sepupu dan lainnya yang tidak menjadi tanggung jawab nafkah, maka zakat lebih baik diberikan kepada mereka. Hal ini masuk dalam keumuman hadits berikut:

إنَّ الصدقة على المسكين صدقة، وعلى ذِي الرَّحِمِ اثنتان: صَدَقَةٌ وصلة

"Sesungguhnya sedekah kepada orang miskin bernilai satu sedekah, sedangkan sedekah kepada kerabat (yang memiliki hubungan rahim) bernilai dua: sedekah dan silaturahmi." (HR. At-Tirmidzi)

Abu 'Ubaid dalam kitab al-Amwal juga meriwayatkan perkataan 'Atha' sebagai berikut:

عَنْ عَطَاءٍ، قَالَ: إِذَا لَمْ يَكُنْ ذُو قَرَابَتِهِ مِنْ عِيَالِهِ الَّذِينَ يَعُولُ؛ فَهُمْ أَحَقُّ بِزَكَاتِهِ مِنْ غَيْرِهِمْ، إِذَا كَانُوا فُقَرَاءَ

"Dari 'Athā' ia berkata: "Apabila kerabat bukan termasuk orang-orang yang menjadi tanggungan (nafkahnya) muzakki, maka mereka lebih berhak menerima zakatnya daripada orang lain, apabila mereka dalam keadaan fakir. (Lihat: Abu 'Ubaid, al-Amwal li Abi 'Ubaid, Beirut: Dar al-Fikr, Tanpa Tahun, hlm. 694)

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow

Zainuddin Muslih, S.Pd verified-symbol "Kalau kamu bukan anak raja dan engkau bukan anak ulama besar, maka jadilah penulis." ― Abu Hamid Al-Ghazali