PERBEDAAN INFAQ DAN SEDEKAH
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Pengasuh rubrik Konsultasi ZIS di Majalah Peduli yang saya hormati. Saya ingin bertanya: Apa perbedaan antara infaq dan sedekah? Tolong diberi contoh-contohnya untuk masing-masing. Terimakasih dan wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Penanya: Nurul Muhammad, Probolinggo, 08127686xxxx
Jawaban:
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Saudara Nurul Muhammad yang kami hormati. Secara kebahasaan, sedekah berasal dari kata “shadaqa” yang berarti “benar”. Hal ini berarti bahwa orang yang suka bersedekah adalah orang yang pengakuan keimanannya dianggap benar. Adapun secara terminologi syariat, sedekah makna asalnya adalah tahqiqu syai'in bisyai'i, atau menetapkan/menerapkan sesuatu pada sesuatu. Sedekah adalah pemberian yang mengharapkan/mencari pahala dari Allah ﷻ.
Sikapnya sukarela dan tidak terikat pada syarat-syarat tertentu dalam pengeluarannya baik mengenai jumlah, waktu dan kadarnya.
Adapun infaq berasal dari kata anfaqa yang berarti mengeluarkan sesuatu (harta) untuk kepentingan sesuatu. Menurut terminologi syariat, infaq berarti mengeluarkan sebagian dari harta atau pendapatan/penghasilan untuk suatu kepentingan yang diperintahkan Islam. Infaq dikeluarkan setiap orang yang beriman, baik yang berpenghasilan tinggi maupun rendah, apakah ia di saat lapang maupun sempit.
Dalam hal ini Allah ﷻ berfirman dalam memuji orang-orang yang berinfaq: “(yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.” (QS. Aku Imran: 34)
Infaq adalah pengeluaran sukarela yang dilakukan seseorang setiap kali ia memperoleh rezeki, sebanyak yang ia kehendakinya. Allah ﷻ memberi kebebasan kepada pemiliknya untuk menentukan jenis harta, berapa jumlah yang yang sebaiknya diserahkan.
Terkait dengan infak ini Rasulullah ﷺ bersabda: ada malaikat yang senantiasa berdoa setiap pagi dan sore: “Ya Allah, berilah ganti bagi orang yang berinfak”. Dan malaikat yang lain berkata: “Ya Allah jadikanlah kehancuran bagi orang yang menahan infak”. (HR. Al-Bukhari)
Dengan demikian bisa disimpulkan bahwa setiap pemberian bisa dikategorikan sebagai infaq, baik yang wajib (seperti menafkahi keluarga atau zakat) maupun yang sunah (seperti sedekah). Sedangkan sedekah adalah bagian dari infaq. Infaq lebih umum daripada sedekah, sedangkan sedekah lebih khusus daripada infaq.


