SILATURAHIM HARUS DENGAN ETIKA DAN ATURAN AGAMA - EDISI 189
Silaturahim Harus Dengan Etika dan Aturan Agama, Majalah PEDULI, Edisi 189 Syawal - Dzul Qadah 1446 H. | April 2025 M.
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Para pembaca sekalian yang budiman. Segala puji bagi Allah ﷻ karena kita telah berhasil menunaikan ibadah puasa satu bulan penuh pada bulan suci Ramadhan yang telah berlalu. Kita berharap, semoga segala amal ibadah dan kebaikan yang telah kita lakukan selama sebulan penuh itu, diterima di sisi Allah ﷻ, dan semoga kita terus istikamah melakukan kebaikan-kebaikan dan meningkatkan ibadah kita, hingga kita dipertemukan dengan bulan Ramadhan berikutnya. Amin ya Rabbal ‘alamin.
Para pembaca sekalian yang budiman. Tidak ada topik yang lebih pas untuk kita angkat pada edisi pasca Ramadhan ini, terkecuali tentang silaturahim, yang telah membudaya, mentradisi, dan mengakar kuat di tengah-tengah masyarakat kita. Tradisi silaturahim dan halal bihalal yang berlangsung sejak hari raya Idul Fitri hingga hampir selama bulan Syawal, tentunya adalah tradisi baik yang perlu untuk terus dilestarikan. Akan tetapi pembahasan mengenai hal ini tetap perlu, karena sebagian masyarakat kita masih belum mengerti tentang apa saja yang harus kita lakukan ketika bersilaturahim, dan apa saja hal-hal yang harus kita hindari.
Nah, untuk memberikan suguhan yang baik dan mendalam terkait tema ini, kami telah mewawancarai al-Habib Ahmad bin Novel bin Salim bin Jindan, Ketua Pengajar Pondok Pesantren al-Fachriyah Al Habib Novel bin Salim bin Jindan Tangerang. Dalam transkrip wawancara, beliau memberikan penjelasan-penjelasan penting tentang makna silaturahim, dan bagaimana tata-cara yang baik bagi kita untuk menjalaninya, agar silaturahim kita sesuai dengan aturan syariat, sehingga lebih
bermakna, bermanfaat, dan berbarakah.
Akhiran, sekali lagi, semoga amal ibadah yang kita lakukan di bulan Ramadhan yang telah lalu diterima oleh Allah ﷻ, semua dosa-dosa kita diampuni-Nya, sehingga kita menjadi pribadi yang kembali fitri. Amin ya Rabbal ‘alamin.
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh


