KISAH PARA ULAMA MENJAGA DARI SUMBER YANG HARAM

Mei 25, 2026 - 12:36
 0  0
KISAH PARA ULAMA MENJAGA DARI SUMBER YANG HARAM

Di tengah kehidupan yang serba cepat, para ulama salaf menempuh jalan yang jarang dilalui: menjaga apa yang masuk ke dalam perut mereka. Bagi mereka, makanan bukan sekadar pengganjal lapar, tetapi penentu kebersihan hati dan diterimanya amal.

Diriwayatkan dari Imam Abu Hanifah bahwa suatu hari seekor kambing miliknya hilang. Beliau kemudian bertanya tentang usia kambing, dan dijawab sekitar tujuh tahun. Maka selama itu beliau tidak memakan daging kambing di daerahnya, karena khawatir memakan sesuatu yang bukan haknya.

Kehati-hatian serupa tampak pada Imam Ahmad bin Hanbal. Diriwayatkan bahwa beliau pernah menolak makan dari rumah anaknya sendiri, karena anaknya menerima pemberian dari penguasa. Beliau khawatir makanan itu bercampur dengan harta yang tidak halal.
Diriwayatkan bahwa beliau enggan menerima hadiah dari orang yang tidak jelas sumber hartanya, dan lebih memilih hidup sederhana demi menjaga kesucian ilmu.

Sementara itu, Imam Al-Ghazali dalam Ihya’ Ulumuddin menegaskan bahwa makanan haram dapat menggelapkan hati, menghalangi doa, dan merusak ibadah. Karena itu, beliau sangat menekankan pentingnya makanan halal bagi para penuntut ilmu.

Ungkapan tegas datang dari Sufyan Ats-Tsauri:
“Tidak ada sesuatu yang lebih berat aku jaga selain perutku.”

Dan Abdullah bin Mubarak memberi teladan nyata. Diriwayatkan bahwa beliau sangat berhati-hati dalam urusan harta; sesuatu yang bukan miliknya, walaupun kecil, pasti ia kembalikan karena takut menjadi haram baginya.

Kisah-kisah ini bukan sekadar cerita, tetapi cermin kehidupan. Para ulama tidak hanya menjauhi yang haram, tetapi juga yang syubhat. Mereka yakin, keberkahan hidup berawal dari yang halal. Dari yang halal, lahir hati yang bersih; dan dari hati yang bersih, tumbuh amal yang diterima.

~ Sumber: Manaqib Abi Hanifah karya Al-Muwaffaq Al-Makki, Hilyah Al-Auliya’ karya Abu Nu’aim, dll.

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow

Zainuddin Muslih, S.Pd verified-symbol "Kalau kamu bukan anak raja dan engkau bukan anak ulama besar, maka jadilah penulis." ― Abu Hamid Al-Ghazali