SI DERMAWAN YANG DIHAJIKAN MALAIKAT

Sep 21, 2024 - 08:27
Sep 21, 2024 - 08:28
 0  94
SI DERMAWAN YANG DIHAJIKAN MALAIKAT

Tiga tokoh sufi utama di abad kedua hijriah, yakni Sufyan ats-Tsauri, Fudhail bin Iyadh, dan Abdullah bin al-Mubarak. Di antara ketiga sufi besar ini, Abdullah bin al-Mubarak adalah sufi yang dianugerahi harta kekayaan berlimpah. Konon Abdullah bin al-Mubarak adalah seorang pedagang kaya raya yang dermawan.

Ihwal kekayaan yang dimiliki Abdullah bin al-Mubarak yang di sisi lain sebagai seorang sufi ini sempat membuat ayahanda Fudhail bin Iyadh merasa musykil. Ia bertanya kepada Abdullah bin al-Mubarak, “Engkau menyuruh kami semua untuk berperilaku zuhud, tidak berlebih-lebihan, sementara dirimu sendiri bergelimang harta kekayaan. Bagaimana ini?”

Abdullah bin al-Mubarak kemudian menjawab pertanyaan ini dengan baik dan sangat bijak. Ia berkata, “Wahai Abu Ali, aku bekerja ini agar aku mampu menjaga harga diriku. Harta yang aku miliki aku gunakan untuk taat dan beribadah kepada-Nya.”

Mengenai sifat kedermawanan Abdullah bin al-Mubarak telah banyak diceritakan dan mendapat pujian dari sahabat-sahabatnya. Ismail bin ‘Ayyasy salah satunya. “Sepengetahuanku tidak ada orang lain di muka bumi ini yang menyamai Abdullah bin al-Mubarak. Allah telah menjadikan sifat dermawan itu benar-benar melekat dalam dirinya. Teman-teman karibku telah menceritakan suatu ketika mereka menemaninya dari Mesir menuju Mekah. Mereka disuguhi makanan-makanan yang lezat oleh Abdullah bin al-Mubarak. Sementara si pemberi sendiri malah terus berpuasa sepanjang tahun.”

Ibnu Katsir meriwayatkan. Suatu ketika Abdullah bin al-Mubarak bertekad untuk menunaikan ibadah haji dan telah menyiapkan biaya yang cukup. Sesampai di satu daerah, ia melihat seekor burung mati tergeletak di jalan. lalu ia melihat seorang perempuan yang mengambil bangkai burung tersebut dan dibawa ke rumahnya. Abdullah bin al-Mubarak terdiam dan bertanya ihwal mengambil bangkai burung itu. “Menjauhlah dariku,” pinta perempuan itu. Kemudian Abdullah bin al-Mubarak terus bertanya kepadanya, hingga perempuan itu menjawab, “Sesungguhnya aku punya anak-anak lelaki yang kelaparan dan menangis sejak tiga hari lalu. Dalam kondisi seperti ini aku pikir bahwa bangkai ini halal.”

Abdullah berkata, “Aku kemudian melepaskan ikat pinggangku dan kupenuhi dengan uang yang sedianya akan kugunakan untuk biaya haji.” Aku berkata kepada perempuan yang lapar itu. “Ini sebagai ganti hajiku,” kemudian aku berlalu. 

Saat orang-orang menunaikan haji kembali, mereka mengucapkan selamat kepadaku. Aku berkata, “Aku tidak meninggalkan negaraku. Ada berita apakah?.” Saat aku kembali ke rumah, aku tertidur dan melihat Rasulullah Saw dalam tidurku bersabda, “Ketika engkau menyerahkan dinarmu, dan melepaskan kesulitan perempuan dan anak-anak yatimnya, maka Allah mengutus malaikat yang menunaikan haji setiap tahun dalam rupamu sampai hari kiamat dan menjadikan pahala haji itu untukmu.”

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow