YATIM BERPRESTASI YANG BERCITA-CITA MENJADI SEORANG PENDAKWAH
Muhammad Sulton, namanya. Anak berusia 16 tahun yang lahir di Kota Bandeng (Sidoarjo) ini menjalani hidup sebagai yatim pada usia sembilan tahun. Memiliki 3 saudara dan tinggal di rumah sederhana adalah hal yang selalu ia syukuri. Saat ini, Sulton sedang mengenyam pendidikan di Darul Aitam Sidogiri (DAS) Surabaya, lembaga pendidikan khusus anak yatim berbasis pesantren. bersekolah di SD Negeri Kedung Badak 1 Bogor. Santri kelas 5 Ibtidaiyah MMU B-08 DAS ini memiliki cita-cita menjadi seorang dai.
“Kelak setelah saya lulus dari pondok, saya bercita-cita ingin sekali menjadi seorang da’i atau pendakwah. karena itu hal yang sangat mulia bagi saya, selain itu menjadi seorang da’I merupakan keinginan ibu”, ucapnya.
Cita-cita tertingginya adalah membahagiakan sang ibu. Meski masih duduk di bangku Madrasah Ibtidaiyah, ia sudah memahami terkait keadaannya yang sekarang. Sebagai anak yang masih senang bermain, ia senang membaca. Baginya membaca merupakan hal yang menyenangkan, di samping juga menambah pengetahuan baginya.
Terbukti dari kegemarannya membaca, Sulton tercatat dari kelas 2 dari awal dirinya masuk ke DAS-Surabaya sampai kelas 5 Ibtidaiyah selalu juara ke 1. Selain itu, Sulton juga diberi kepercayaan oleh para ustadz di DAS untuk mengikuti lomba cerdas-cermat antar madrasah ranting Pondok Pesantren Sidogiri, hasilnya pun luar biasa, Sulton meraih juara dalam perhelatan tersebut dengan rincian juara sebagai berikut: Juara 2 lomba cerdas-cermat antar madrasah ranting PPS (Muammar) Tahun 1445 Hijriyah, ditahun yang sama dan lomba yang sama ia meraih Juara 3 Final antar madrasah ranting PPS (Grand Muammar). Pada tahun ini Sulton meraih juara 2 lomba cerdas-cermat Muammar Tahun 1446 Hijriyah dan juara 1 lomba yang sama pada Grand Muammar ke 3 yang dilaksanakan di MMU A-08 Mojosemi, Pasuruan.
Terlepas dari prestasinya, Sulton menjadi anak yang harus terus berjuang tanpa didikan sang ayah tidaklah mudah, tetapi Sulton membuktikan bahwa ia mampu.
Sulton mengucapkan banyak terima kasih kepada para Ustadz dan Pengurus DAS- Surabaya yang sudah terus membantu dan memberikan support kepadanya.


