ADAB-ADAB DALAM ZAKAT

Mar 11, 2026 - 20:59
 0  7
ADAB-ADAB DALAM ZAKAT

Pengasuh rubrik Konsultasi ZIS yang saya hormati. Kami mau bertanya seputar hal yang berkaitan dengan aturan-aturan atau adab dalam agama Islam bagi orang yang berzakat maupun bagi penerima zakat; sebenarnya seperti apa? Karena ada sebagian orang yang memberikan zakatnya secara langsung, sehingga para calon penerima berdesakan, sampai ada sebagian yang terluka atau bahkan meninggal. Dan apakah yang bagus dalam menyalurkan zakat itu dilakukan secara terang-terangan atau tidak? Atas jawabannya terimakasih.

Penanya: Abdul Malik, Probolinggo, 08126547xxx

Jawaban:

Bapak Abdul Malik yang kami hormati. Berkenaan dengan adab bagi orang yang akan memberikan zakat, hendaknya dia memperhatikan hal-hal berikut ini:

Pertama, mengerti tujuan zakat. Tujuan zakat ada tiga macam; yaitu a) sebagai ujian bagi orang yang mengaku mencintai Allah ﷻ dengan mengeluarkan harta yang ia senangi, b) membersihkan diri dari sifat kikir yang dapat mencelakakan dirinya, dan c) mensyukuri nikmat harta.

Kedua, merahasiakan dalam mengeluarkan zakat. Demikian ini jika orang yang menunaikan zakat takut terjebak pada sifat riya (pamer) atau mencari popularitas. Demikian juga, merahasiakan penyaluran zakat lebih baik dilakukan jika penerima zakat merasa malu jika identitasnya disebarkan.

Ketiga, tidak merusak zakatnya dengan cara mengungkit dan menyakiti penerimanya.

Keempat, harus memandang remeh pemberiannya terhadap orang lain.

Kelima, memilih harta yang dianggapnya paling halal, paling bagus dan paling disenangi sebagai zakatnya.

Keenam, mencari penerima yang bersih jiwanya dari delapan golongan yang berhak menerima zakat (mustahiq).

Adapun untuk penerima zakat, hendaknya memiliki sikap-sikap berikut:

Pertama, mengerti bahwa Allah ﷻ mewajibkan memberikan zakat kepadanya agar supaya dia mencukupi apa yang menjadi kepentingannya, dan agar ia menjadikan kepentingannya semata-mata untuk mencari ridha Allah ﷻ.

Kedua, berterima kasih kepada pemberi, mendoakan dan memberikan pujian kepadanya, karena orang yang tidak berterima kasih kepada sesama berarti tidak bersyukur kepada Allah ﷻ.

Ketiga, memperhatikan apa yang diberikan kepada dirinya; apabila bukan dari perkara yang halal, maka janganlah sekali-kali mengambilnya.

Keempat, menghindari dari terjadinya syubhat bagi dirinya dengan cara menerima pemberian zakat secukupnya, sehingga tidak menerima pemberian tersebut melebihi kebutuhannya.

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow

Zainuddin Muslih, S.Pd verified-symbol "Kalau kamu bukan anak raja dan engkau bukan anak ulama besar, maka jadilah penulis." ― Abu Hamid Al-Ghazali