MAJELIS TAKLIM DALAM MEMBINA KELUARGA SAKINAH
Sebagai sasaran dakwah, keluarga adalah majelis pertama sebelum ke masyarakat luas. Dari majelis taklim keluarga itulah kita memulai pendidikan sekaligus praktik bersama-sama. Orang tua bisa mengajari langsung sekaligus memberi contoh apa yang diajarkannya. Keberadaan majelis taklim dalam keluarga sangat efektif dalam usaha melakukan aktifitas dakwah. Kendatipun berskala kecil, misalnya halaqah, rahah, taklim, atau apapun namanya, menjadi sangat efektif sebagai media dakwah yang membuahkan hasil signifikan dalam meraih kebahagiaan dunia dan akhirat.
Majelis taklim dalam keluarga sungguh membahagiakan dalam membentuk ‘keluarga sakinah’. Bahkan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam mengajarkan, mempraktikkan dan memberikan teladan tentang kehidupan berkeluarga.
Taklim keluarga ini sudah banyak dicontohkan para ulama dan orang-orang shalih sejak zaman dahulu. Tak jarang dalam keluarga itu ada pemimpin keluarga yang memimpin baca kitab Ihya Ulumiddin, Fathul Qarib, membaca al-Quran, kitab Maulid, dan dzikir-dzikir harian—yang dilakukan secara istikamah dan turun temurun.
Kata sakinah berarti” kedamaian, ketenteraman, dan kebahagiaan dari Allah Ta’ala yang disematkan ke dalam hati setiap anggota keluarga.
Allah Ta’ala berfirman. ”Dia-lah yang telah menurunkan ketenangan ke dalam hati orang-orang mukmin supaya keimanan mereka bertambah di samping keimanan mereka (yang telah ada). dan kepunyaan Allah-lah tentara langit dan bumi dan adalah Allah Maha mengetahui lagi Maha Bijaksana”. (QS al Fath: 4)
Rumah tangga yang dibina dengan prinsip ini, akan membuahkan istri yang salihah dan anak-anak yang shalih shaliha. Masing-masing anggota keluarga akan hidup menjaga hukum halal dan haram, berpegang pada adab syariat. Khususnya dalam masalah makanan, minuman, pakaian, dan perlengkapan rumah tangga, serta adab dalam bergaul dengan sanak kerabat, sahabat dan tetangga, hingga masyarakat.


