MASALAH PEMENUHAN GIZI ANAK YANG SUSAH MAKAN
Assalâmualaikum Dokter, saya ibu satu anak usia dua setengah tahun. Anak saya susah makan dan cenderung lebih suka jajanan yang manis-manis, akibatnya pertumbuhan tubuh putri saya agak lambat dan divonis stunting. Bagaimana kiat mengatasi anak yang susah makan? Dan cara apa yang sebaiknya lakukan, agar tumbuh kembang anak saya meningkat? Mohon arahan dokter.
Melani S, Surabaya.
Jawab:
Stunting merupakan kondisi kekurangan gizi kronis yang terjadi karena defisiensi gizi dalam waktu lama. Kondisi ini bisa menyebabkan terjadinya gangguan tumbuh kembang anak, yaitu tinggi badan anak yang menjadi lebih pendek atau bisa dibilang kerdil dibandingkan dengan anak seusianya.
Anak yang mengalami stunting memiliki tinggi badan yang berada kurang dari -2 standar deviasi. Dugaan ini semakin kuat jika anak masih berusia 2 tahun, sehingga penanganan harus segera dilakukan.
Perlu diketahui bahwa stunting pada balita bisa berlanjut hingga usia dewasa. Jadi, sebelum berdampak pada pertumbuhan dan perkembangan anak secara menyeluruh, kondisi stunting harus dicegah. Adapun upaya pencegahan yang bisa dilakukan yaitu:
1. Pemberian pola asuh yang tepat
Langkah pertama adalah memberikan pola asuh yang tepat untuk anak. Ini meliputi Inisiasi Menyusui Dini atau IMD dan memberikan ASI eksklusif untuk bayi hingga usianya genap 6 bulan, dan lanjutkan hingga usianya 2 tahun.
2. Memberikan MPASI yang optimal
United Nations Children’s Fund (UNICEF) bersama dengan World Health Organization (WHO) merekomendasikan, bayi yang berusia 6 sampai 23 bulan memperoleh asupan makanan pendamping ASI atau MPASI yang tepat dan optimal.
Aturan pemberian makanan pendamping ASI mengandung setidaknya 4 atau lebih dari 7 macam makanan. Ini termasuk umbi atau serealia, produk olahan susu, kacang-kacangan, sumber protein, dan makanan dengan kandungan vitamin A.
3. Mengobati penyakit yang dialami anak
Berbagai kondisi medis yang dialami anak bisa membuatnya mengalami penurunan nafsu makan. Misalnya, anak mengalami demam, batuk, pilek, flu, sembelit, hingga masalah pencernaan dan kondisi lan seperti TBC. Jika demikian, sebaiknya berikan penanganan utama pada kondisi medis tersebut. Lalu, ibu bisa melanjutkan dengan kembali memperbaiki asupan gizi sang buah hati.
4. Perbaikan kebersihan lingkungan dan penerapan hidup bersih keluarga
Pencegahan terakhir berupa menerapkan pola hidup bersih dan sehat, baik di lingkungan rumah maupun luar rumah. Membersihkan rumah bisa membantu menunjang kesehatan tubuh anak dan keluarga secara menyeluruh.
Itu tadi beberapa upaya mencegah stunting pada balita yang dapat ibu lakukan di rumah. Jangan lupa untuk rutin melakukan pengukuran berat badan dan tinggi badan anak.
Uji I PEDULI


