PERJUANGAN KIAI DAN PESANTREN MENGAWAL KEMERDEKAAN INDONESIA

Agu 2, 2026 - 15:25
 0  5
PERJUANGAN KIAI DAN PESANTREN MENGAWAL KEMERDEKAAN INDONESIA

Jauh sebelum Indonesia memproklamasikan kemerdekaan pada 17 Agustus 1945, pesantren telah menjadi pusat pendidikan sekaligus pusat perjuangan melawan penjajahan. Dari balik dinding-dinding sederhana pesantren, para kiai menanamkan semangat cinta tanah air, keberanian, dan pengorbanan demi kemerdekaan bangsa.

Tokoh sentral perjuangan itu adalah Hadratussyekh KH Hasyim Asy'ari. Bersama KH Abdul Wahab Chasbullah melalui pendidikan pesantren, beliau membentuk karakter santri yang mencintai agama sekaligus tanah air. Bersama para ulama, KH Hasyim Asy'ari mendukung lahirnya Laskar Hizbullah yang dipimpin KH Zainul Arifin dan Laskar Sabilillah di bawah KH Masjkur yang menjadi kekuatan penting dalam mempertahankan Republik Indonesia dari upaya penjajah untuk kembali berkuasa.

Salah satu tokoh yang terkenal ialah KH Subchi Parakan, ulama yang dikenal sebagai "Kiai Bambu Runcing". Dengan doa-doanya, beliau membakar semangat para pejuang sebelum berangkat ke medan perang.

Kecerdasan para ulama juga tampak ketika Jepang membentuk latihan militer bagi pemuda. KH Hasyim Asy'ari menyetujui pembentukan Hizbullah dengan syarat tetap menjadi pasukan bangsa Indonesia. Bekal latihan itu kemudian menjadi modal berharga saat para santri menghadapi pasukan Sekutu dan Belanda setelah Proklamasi.

Puncak peran ulama terjadi pada 22 Oktober 1945 ketika KH Hasyim Asy'ari mengeluarkan Resolusi Jihad. Fatwa tersebut menegaskan bahwa mempertahankan kemerdekaan adalah kewajiban agama. Seruan itu menggerakkan ribuan santri dan rakyat turun ke medan juang, termasuk dalam Pertempuran Surabaya 10 November 1945 yang dikenang sebagai Hari Pahlawan.

~Sumber: fragmen sejarah nu, berangkat dari pesantren, dll.

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow

Zainuddin Muslih, S.Pd verified-symbol "Kalau kamu bukan anak raja dan engkau bukan anak ulama besar, maka jadilah penulis." ― Abu Hamid Al-Ghazali