IMAM ABU HANIFAH, ULAMA DAN SAUDAGAR KAYA RAYA YANG DERMAWAN

Sep 20, 2025 - 09:57
 0  367
IMAM ABU HANIFAH, ULAMA DAN SAUDAGAR KAYA RAYA YANG DERMAWAN

Bernama asli Abu Hanifah an-Nu'man bin Tsabit bin Zutha ( 699 – 767 M), lebih dikenal dengan nama Abū Ḥanīfah. Lahir di KufahIrak pada 80 H/699 M dan meninggal di Baghdad, Irak, 150 H/767 M)

Sosok ideal berpenampilan rapi dengan paras yang elok rupawan, dibalut dengan pengetahuan tinggi serta sifat rendah hati. Semasa kecilnya, Abu Hanifah sering mendampingi ayahnya berdagang kain sutra di pasar. Namun, tidak seperti pedagang lainnya, Abu Hanifah memiliki kebiasaan mulia, yaitu pergi ke Masjid Kufah guna menghadiri majelis taklim para ulama. Sehingga dengan kecerdasannya yang gemilang, ia mampu menghafal al-Qur'an serta ribuan hadits.

Sepeninggal orang tuanya, Abu Hanifah pun kemudian berprofesi sebagai pedagang yang sukses seperti bapaknya. Akan tetapi sebagai seorang saudagar yang kaya raya, beliau tidak menjadikan harta sebagai tujuan hidupnya, melainkan mendermakan hartanya dan menginfakkan harta yang dimilikinya untuk kebutuhan fakir miskin, terutama para pelajar yang tidak memiliki bekal. 

Bahkan, Imam Abu hanifah menanggung seluruh biaya hidup muridnya yang semangat menimba ilmu tersebut. Al-Mutsanna bin Roja' mengatakan bahwa setiap kali Imam Abu Hanifah menafkahi keluarganya dengan sejumlah harta, maka sejumlah itu pula ia akan keluarkan untuk sedekah kepada orang-orang yang membutuhkan..

Bukan hanya itu, Sang imam juga merupakan ahli ibadah. Banyak riwayat yang mengatakan bahwa beliau mengkhatamkan al-Qur'an dalam satu rakaat shalat.

Asad bin 'Amr mengatakan, "Imam Abu hanifah shalat Subuh dengan wudhu shalat Isya selama empat puluh tahun." 

~ Sumber: Adz-Dzahabi, Siyar A'lam an-Nubala. jilid 6 hal. 399, dll

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow

Zainuddin Muslih, S.Pd verified-symbol "Kalau kamu bukan anak raja dan engkau bukan anak ulama besar, maka jadilah penulis." ― Abu Hamid Al-Ghazali