IMAM ABU HANIFAH TIDAK MAU BERTEDUH DI NAUNGAN POHON ORANG YANG BERHUTANG PADANYA

Jul 21, 2025 - 12:24
 0  206
IMAM ABU HANIFAH TIDAK MAU BERTEDUH DI NAUNGAN POHON ORANG YANG BERHUTANG PADANYA

Diceritakan mengenai kisah kewara’an al-Imam Abu Hanifah Nu’man bin Tsâbit (80-150 H) ulama dari generasi tabi’in yang juga  merupakan salah satu imam mazhab empat, pencetus madzhab Hanafi.  

 Imam Abu Hanifah selain masyhur sebagai ulama mujtahid mutlaq di bidang fiqih, ternyata juga mempunyai sifat zuhud yang layak diteladani. Beliau walaupun banyak berpendapat berdasar ‘ar-ra’yu’ dalam bidang fiqih, ternyata beliau sangat berhati-hati dalam bertasawuf.

Meneladani sisi kehati-hatian Sang Imam, ada sebuah sebuah cerita dari Imam As-Sya’rani yang bersumber dari Syaqîq Al-Balkhi .

Suatu ketika, Imam Abu Hanifah itu tidak berkenan berteduh di naungan sebuah pohon milik orang yang sedang mempunyai hutang kepadanya. Keengganan ini ternyata mempunyai dasar yang kuat manakala ditinjau dari sisi fiqih. Alasan beliau tidak mau berteduh, yakni disebabkan karena pemilik pohon tersebut mempunyai hutang kepadanya, dimana disebutkan dalam sebuah hadis, bahwa setiap hutang-piutang yang menarik sebuah keuntungan pada salah satu pihak, itu termasuk riba. Nah, berteduhnya beliau khawatirkan termasuk  bagian dari mengambil suatu keuntungan dari piutang beliau. 

Ketika itu beliau ditanya, “Wahai Imam kenapa Anda enggan berteduh dibawah naungan pohon itu?” 

Lantas beliau menjawab, “Saya mempunyai piutang terhadap orang yang mempunyai pohon itu. Bukankah Rasulullah ﷺ bersabda bahwa setiap hutang-piutang yang menarik sebuah keuntungan pada salah satu pihak, itu termasuk riba!” 

 Demikianlah pengamalan fiqih yang dipadu dengan tashawwuf yang diteladankan oleh Imam besar ini. Imam Abu Hanifah khawatir terjerumus dalam riba dengan mengambil keuntungan walau berupa berteduh disebuah pohon milik orang  yang berhutang kepadanya.

~Sumber: Kitab Tanbihul-Mughtarrin, hal. 80, Fiqhul-Hikayat, hal. 23

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow

Zainuddin Muslih, S.Pd verified-symbol "Kalau kamu bukan anak raja dan engkau bukan anak ulama besar, maka jadilah penulis." ― Abu Hamid Al-Ghazali