HIDUP SEBATANGKARA SETELAH DITINGGAL WAFAT SANG SUAMI
BALIKPAPAN – Di usia 69 tahun, Daniar menjalani hari-hari dalam kesendirian setelah suaminya wafat. Tinggal seorang diri di Jl. Mayjend Sutoyo RT 31, Kelurahan Klandasan Ilir, Kecamatan Balikpapan Kota, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, membuat kebutuhan sehari-hari menjadi tantangan tersendiri.
Daniar tidak lagi bekerja. Untuk memenuhi kebutuhan makan, minum, dan keperluan sehari-hari, ia selama ini banyak bergantung pada kepedulian tetangga di sekitar tempat tinggalnya. Keterbatasan ekonomi dan kondisi hidup sebatangkara menjadikan Daniar termasuk salah satu masyarakat yang membutuhkan perhatian dan uluran tangan.
Melalui program bantuan mustahik, LAZ Sidogiri hadir untuk meringankan beban yang dihadapi Daniar. Bantuan tersebut menjadi bentuk kepedulian sekaligus ikhtiar dalam menyalurkan amanah zakat, infak, dan sedekah kepada mereka yang membutuhkan.
Bagi Daniar, bantuan yang diterimanya memiliki arti penting. Bantuan tersebut setidaknya dapat membantu memenuhi sebagian kebutuhan hidup dan mengurangi beban yang selama ini harus ditanggung seorang diri.
“Alhamdulillah, bantuan ini sangat membantu meringankan beban yang saya derita,” ungkap Daniar.
Kisah Daniar mengingatkan bahwa kepedulian sederhana dapat menjadi berarti bagi mereka yang menjalani hidup dalam kesendirian. Melalui dukungan para muzakki dan donatur, LAZ Sidogiri terus berupaya menghadirkan manfaat bagi para mustahik, termasuk lansia dhuafa yang membutuhkan perhatian dan pendampingan.


