SENYUM DAN CANDA GURAU RASULULLAH ﷺ
Kata Jabir bin Abdullah, "Tidaklah Rasulullah ﷺ melihatku melainkan dengan tersenyum, dan ia bergurau dengan para sahabatnya, ia bergaul akrab dengan mereka dan ia ajak mereka bercakap-cakap, dan ia bermain-main dengan anak-anak." (HR Muslim)
Memang benar, Rasulullah ﷺ sendiri pun punya selera humor yang tinggi, senang bercanda, namun dalam batas-batas yang wajar. Canda Rasulullah ﷺ adalah canda untuk menyenangkan hati sahabat-sahabatnya. Sendau gurau Nabi adalah sendau gurau yang sopan yang tidak bercampur dusta.
Seperti ketika Nabi Muhammad ﷺ melihat seorang sahabatnya, Shuhaib bin Sinan yang sebelah matanya sakit sedang makan kurma. Dengan nada kaget, Rasulullah ﷺ bertanya pada Shuhaib, "Hai Shuhaib, bagaimana caramu makan kurma, sedangkan mata Anda sakit sebelah?"
Shuhaib bin Sinan termasuk sahabat yang punya selera humor tinggi pula, mengerti maksud sendau gurau Nabi ﷺ. Ia pun menjawab sambil tersenyum, "Saya makan dengan mata yang satunya lagi ya Rasulullah." Mendengar jawaban Shuhaib, Rasulullah ﷺ tersenyum.
Pernah suatu kali, Rasulullah ﷺ melihat seorang sahabatnya naik kuda. Dengan nada heran, beliau ﷺ bertanya, "Hai, mengapa engkau naik anak kuda?" Kaget mendengar pertanyaan Rasulullah ﷺ, sahabat itu langsung melompat turun dari kudanya. Diamatinya sejenak kuda yang ditungganginya, lalu dengan nada sedikit bingung menjawab, "Ya Rasulullah, ini bukan anak kuda, yang saya tunggangi ini induk kuda." Nabi ﷺ pun berkata, "Bukankah setiap induk kuda adalah anak kuda juga?" Mendengar jawaban Rasulullah ﷺ, sahabat itu tersenyum dan Rasulullah ﷺ pun tersenyum.
Di waktu yang lain, seorang wanita mendatangi Rasulullah ﷺ dan mengatakan suaminya ingin mengundang Rasulullah ﷺ ke rumahnya. Nabi Saw lalu bertanya, "Apakah suamimu itu yang matanya ada putihnya?" Wanita itu menjawab, "Tidak ya Rasulullah. Mata suamiku biasa saja, tidak ada putih di keduanya."
Rasulullah ﷺ kemudian berkata, "Tidak. Suamimu pasti yang matanya ada putihnya. Bukankah setiap mata mesti ada bagian putihnya?" Mendengar jawaban Rasulullah ﷺ, wanita itu pun tersenyum dan Rasulullah juga ikut tersenyum.
~ Disarikan dari berbagai sumber


