CARA RASULULLAH ﷺ MENDIDIK ANAS BIN MALIK RA

Okt 21, 2026 - 11:14
Okt 21, 2026 - 11:12
 0  4
CARA RASULULLAH ﷺ MENDIDIK ANAS BIN MALIK RA

Rasulullah ﷺ menunjukkan bahwa keteladanan, kelembutan, dan memahami dunia anak jauh lebih efektif dalam membentuk karakter.

Dalam riwayat Abu Dawud, Anas bercerita bahwa Rasulullah ﷺ adalah manusia yang paling baik akhlaknya. Suatu hari beliau memerintah Anas melakukan suatu keperluan. Namun, Anas kecil sempat enggan menjalankan perintah tersebut.

Ketika keluar, Anas justru berhenti melihat anak-anak bermain di pasar. Tak lama kemudian, Rasulullah ﷺ menghampirinya, memegang tengkuknya dari belakang sambil tersenyum dan berkata, “Wahai Unais, pergilah sebagaimana yang kuperintahkan kepadamu.”

Tanpa bentakan dan kemarahan, Anas pun menjawab, “Baik, aku akan pergi, wahai Rasulullah.”

Anas kemudian mengisahkan bahwa selama bertahun-tahun melayani Rasulullah ﷺ, beliau tidak pernah mencelanya dengan ucapan kasar. Bahkan ketika Anas melakukan sesuatu yang tidak sesuai harapan, Rasulullah ﷺ tidak berkata, “Mengapa kau melakukan ini?” atau “Mengapa tidak melakukan itu?”

Rasulullah memperlakukan Anas sebagai anak kecil, bukan sebagai orang dewasa, sehingga apapun kesalahan yang dilakukannya, ia tidak menyalahkannya, tapi memberinya contoh yang benar.  Pendidikan ini menjadikan Anas bin Malik menjadi guru bese. Ia meriwayatkan ribuan hadits, memiliki banyak murid, dan menjadi penjaga ilmu.  Menurut satu pendapat, ia meriwayatkan sekitar 2.286 hadits. Ia memiliki banyak anak dan umur yang panjang, sebagaimana doa Rasulullah untuknya, saat ibunya meminta Rasulullah mendoakannya, “Ya Allah, perbanyaklah harta dan anaknya, panjangkanlah umurnya, dan ampunilah dosanya.”

 Sayyidina Anas bin Malik wafat di usia yang sangat tua karena penyakit kusta. Menurut suatu pendapat, ia wafat di usia 103 atau 107 tahun. 

~ Disarikan dari al-Dzahabi, Siyar A’lâm al-Nubalâ’, juz 3, dll.

(Jeki/Peduli)

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow

Zainuddin Muslih, S.Pd verified-symbol "Kalau kamu bukan anak raja dan engkau bukan anak ulama besar, maka jadilah penulis." ― Abu Hamid Al-Ghazali