SAAT TENAGA TAK LAGI BERDAYA, ULURAN TANGAN ITU HADIR
Di usia yang seharusnya dinikmati dengan ketenangan, Pak Juri Bustani, pria berusia 70 tahun, justru harus menghadapi ujian berat dalam hidupnya. Kondisi kesehatan yang terus menurun membuat tubuhnya lemah dan tak lagi mampu bekerja seperti dulu. Nafkah yang dahulu ia upayakan sendiri demi keluarganya, kini menjadi beban yang tak lagi sanggup ia pikul.
Pak Juri tinggal di sebuah rumah sederhana di Jl. Karya Bersama I, sebuah kawasan yang sunyi dan jauh dari hiruk-pikuk kota. Hari-harinya kini diisi dengan istirahat, menahan sakit, dan menanti harapan, yang sering kali terasa begitu jauh. Tidak bekerja, tidak ada penghasilan tetap, dan tak ada kepastian hari esok.
Namun di tengah ketidakpastian itu, Allah menggerakkan hati orang-orang baik. Melalui tangan Yayasan LAZ Sidogiri, bantuan datang tepat ketika harapan mulai redup. Paket bantuan yang ia terima bukan hanya mengisi kebutuhan sehari-hari, tapi juga menyentuh hatinya yang hampir putus asa.
“Saya sangat bersyukur dan terharu,” ujar Pak Juri dengan suara pelan, nyaris tercekat.
“Bantuan ini datang di saat yang sangat sulit. Semoga Allah membalas semua kebaikan para donatur dan pengurus yayasan. Saya benar-benar tidak menyangka ada yang peduli di luar sana. Amin.”
Bagi Pak Juri, bantuan ini bukan sekadar bentuk kepedulian. Ini adalah penguat di tengah badai, pelipur lara di tengah sakit. Dalam usianya yang sudah tak muda, ia belajar kembali bahwa dalam setiap kesempitan, pasti ada jalan keluar. Dalam setiap kesulitan, pasti ada tangan-tangan yang siap menguatkan.


