ETIKA DAN URUTAN DALAM SILAURAHIM
Guna meraih keutamaan silaturahim di Hari Raya, terdapat etika dan urutan dalam silaturahim yang perlu diperhatikan, antara lain sebagai berikut;
Pertama, mengunjungi sanak famili dengan membawa hadiah atau membantu pekerjaannya.
Silaturahim yang paling utama adalah membersamakan kunjungan dengan memberi hadiah atau membantu pekerjaannya. Tingkatan berikutnya adalah melakukan kunjungan saja, dan yang paling rendah adalah hanya memberi salam.
Kedua, bersilaturahim mengikuti urutan keutamaanya.
Silaturahim disunnahkan mengikuti urutan kekerabatan: Ibu, Ayah, Anak, Kakek, Nenek, Saudara, Kerabat yang masih mahram, seperti bibi dan paman, Kerabat yang bukan mahram, Kerabat dari jalur mertua, dan kemudian Tetangga.
Ketiga, ziarah kubur kepada keluarga yang meninggal.
Setelah melakukan silaturahim kepada keluarga yang hidup, maka dilanjutkan ziarah kubur kepada keluarga yang meninggal dunia.
~ Sumber: Mafahim Yajibu An Tushahhaha, hal. 22, karya Sayid Muhammad al Maliki, Imam Syamsuddin Ar-Ramli, ‘Umdatur Rabih fi Ma’rifatith Thariq Al-Wadhih, hal. 224, dll.


