PROFESIONAL IT DAN PENGABDI PENDIDIKAN DARI GENENGWARU REMBANG PASURUAN
Di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi, muncul sosok yang memadukan kecanggihan teknologi dengan semangat pengabdian di dunia pesantren dan lembaga pendidikan Islam. Sosok tersebut adalah H. Muhammad Iqbal Akkad, M.Kom, seorang akademisi, praktisi teknologi, sekaligus aktivis pendidikan yang berasal dari Genengwaru, Rembang, Pasuruan. Lahir di Pasuruan pada tahun 1989, Iqbal tumbuh dalam lingkungan pesantren yang kuat dengan tradisi ilmu dan pengabdian.
Jejak pendidikan formal Iqbal berawal dari lembaga-lembaga pendidikan madrasah di daerahnya. Ia mengawali pembelajaran dasar di MMU Ibtidaiyah Ranting 18 Kangkungan, kemudian melanjutkan pendidikan tingkat menengah pertama di MTs Sunan Ampel Siyar dan MMU Tsanawiyah Ranting 18 Kangkungan.
Setelah itu, ia menempuh pendidikan menengah atas di MMU Aliyah PPS, tempat yang menjadi titik awal munculnya minat besar terhadap dunia teknologi informasi. “Saat belajar di Aliyah PPS itu saya merasa ada ketertarikan pada IT, hingga memutuskan untuk kuliah S1 jurusan Teknik Informatika,” kenang Iqbal.
Kehausannya terhadap ilmu tidak berhenti sampai di situ. Iqbal kemudian melanjutkan pendidikan S2 Teknik Informatika di UIN Malang, memperdalam keilmuan di bidang teknologi dan sistem informasi. Seluruh perjalanan akademiknya merupakan bukti nyata bahwa tekad dan kerja keras dapat mengantarkan seseorang mencapai jenjang pendidikan tinggi meski berangkat dari lingkungan sederhana.
Kecintaan Iqbal terhadap dunia pesantren dan pendidikan membawanya kembali mengabdikan kemampuan yang ia miliki kepada lembaga yang telah membesarkannya. Saat ini Ia memegang berbagai amanah strategis di sejumlah lembaga, antara lain Sekretaris VI PPS, Kepala Divisi IT PT Sidogiri Pandu Utama, Kepala Lembaga Penjamin Mutu (LPM) STAI Sidogiri.
Melalui posisi-posisi tersebut, Iqbal berharap agar dapat memperkuat sistem digital lembaga, meningkatkan mutu pendidikan, serta mengembangkan media informasi kelembagaan. “Sudah saatnya pesantren dan kaum santri melek digital, agar tata kelola dan pelayanan berbasis digital dapat diterapkan dengan baik di pesantren,” ujarnya.


