BERAWAL DARI BEASISWA, BERUJUNG DENGAN JUARA DI MUAMMAR DAN IMDA I
Di balik kehidupan sederhana di pelosok Lumajang, terdapat sosok muda penuh semangat bernama Anas Ramadani, lahir di Lumajang, 19 Agustus 2010. Ia merupakan putra dari pasangan Hasani dan Sulis, warga Dusun Bulaktal, Desa Yosowilangun Lor, Kecamatan Yosowilangun, Kabupaten Lumajang. Sang ayah sehari-hari bekerja sebagai penjaga kebun tebu, sementara ibunya berperan penting sebagai penopang keluarga dalam kehidupan sederhana mereka.
Keinginan besar Anas untuk menimba ilmu agama di Pondok Pesantren Sidogiri muncul sejak kecil. Melalui dorongan dan arahan saudaranya yang merupakan alumni Sidogiri, Anas akhirnya diterima di DK Sidogiri Lumajang pada tahun 2023 (1444 H). Saat itulah ia mendapat beasiswa anak asuh LAZ Sidogiri, yang menjadi pintu pembuka bagi langkahnya menapaki dunia pesantren.
Kini, Anas tercatat sebagai santri kelas 4 MMU-Ibtidaiyah. Di sela kesibukan belajar, ia juga aktif dalam berbagai kegiatan pesantren seperti burdah keliling dan musyawarah santri, yang menumbuhkan kecintaannya terhadap tradisi dan ukhuwah di lingkungan pondok.
Kerja keras dan ketekunannya membuahkan hasil manis. Pada tahun 2025, Anas berhasil meraih Juara 2 IMDA 1 Kelas 4 MMU-Ibtidaiyah Ranting Type B (Luar Pasuruan) serta Juara 1 dalam Lomba Cerdas Cermat pada ajang MUAMMAR (Musabaqah Antar Murid Madrasah Ranting) yang digelar di B-67, Kedopok, Kota Probolinggo.
Bagi Anas, prestasi ini bukanlah tujuan akhir, melainkan motivasi untuk terus berjuang menimba ilmu. Ia bercita-cita menjadi seorang ustadz yang mampu mengajar ilmu agama dan melanjutkan perjuangan Masyayikh Sidogiri. “Saya ingin mencari ilmu agama dan akhlak yang mulia di Sidogiri agar bisa bermanfaat bagi masyarakat dan pesantren,” tuturnya dengan penuh tekad.
Ayip | Peduli


