SANTRI KECIL YANG VIRAL SAAT ERUPSI SEMERU
Nur Fida, Santri Madrasah Binaan IASS Lumajang
Santri kecil yang sempat viral saat erupsi Semeru ini, tergolong anak didik yang cerdas dan sigap. Nyatanya, santri usia tujuh tahun ini bisa mengambil tindakan yang tepat saat situasi darurat. Menjelang sore hari sekitar pukul 14.30 WIB, Nur Fida seperti biasanya sedang mengikuti kegiatan sekolah di Madrasah Diniyah Fatihul Ulum asuhan Ust. Imam Syafii Anshori, yang merupakan binaan IASS Lumajang yang berlokasi tidak jauh dari masjid dusun Curah Koboan desa Supiturang. Hingga kemudian erupsi pada 15.30 WIB membuat para santri panik lari berhamburan.
Nur Fida dan para santri mendengar suara gemuruh yang berasal dari Semeru. Sang Ustadz dan santri pun panik untuk menyelamatkan diri. Nur Fida lalu mengambil keputusan yang tepat, berlari ke arah timur Madrasah sembari ikutan mengumandangkan takbir untuk mencari pertolongan, hingga kemudian diselamatkan oleh orang tidak dikenal dan diantar ke Kec. Pasrujambe yang lumayan jauh jauh dari dusun Curah Koboan. Santri kecil yang masih belajar di TPQ dan TK ini tentu sedih terpisah dengan keluarganya. Baru dua hari kemudian, ia dibantu oleh relawan yang mempertemukannya dengan orang tuanya.
Anak didik kelahiran 03 Desember 2014 yang sekarang tinggal bersama keluarganya ngontrak di Kebon Seket ini, sekarang bisa mengikuti kegiatan sekolah kembali yang berlokasi sementara di wilayah pengungsian, yaitu di desa Jarit Kec. Pronojiwo.
Walaupun sempat sakit dan trauma pasca musibah, kini Nur Fida bisa tersenyum kembali bisa belajar bersama teman-temannya, “Saya senang bisa belajar dan ngaji lagi, saya ingin terus belajar dan jadi dokter.” Ungkapnya saat ditanya oleh guru pendidiknya, Ust. Imam Syafii Anshori, yang telah bersedia menjadi kontributor Majalah PEDULI LAZ Sidogiri.
(Jeki | Peduli)


