TIGA PROFESI UTAMA DALAM FIQIH ISLAM

Des 24, 2025 - 09:48
 0  21
TIGA PROFESI UTAMA DALAM FIQIH ISLAM

Islam memberikan derajat yang berbeda atas ragam pekerjaan sebagai mata pencaharian manusia. “(Pekerjaan atau mata pencarian paling utama adalah pertanian) karena pekerjaan ini lebih dekat pada tawakal dan karena urgensi pertanian lebih umum. Hadits nabi menyebutkan, ‘Tiada sesuatu yang menguranginya (tanaman) melainkan akan bernilai pahala bagi pemiliknya.’ Dalam riwayat lain disebutkan, ‘Tiada seorang muslim beriman yang menanam pohon, lalu hasilnya dimakan manusia, binatang, atau makhluk apapun melainkan akan bernilai pahala bagi pemiliknya,” (Sayyid Bakri bin Sayyid M Syatha Ad-Dimyathi, Hasyiyah I’anatut Thalibin ala Halli Alfazhi Fathil Mu‘in, [Beirut, Darul Fikr: 2005 M/1425-1426 H], juz II, halaman 404). 

Sektor pertanian menempati kedudukan tertinggi dalam Islam karena sektor ini berkaitan dengan hajat hidup orang banyak terkait masalah yang sangat urgen, yaitu logistik. Terlepas dari kurangnya perhatian dan minat baik pemerintah maupun penduduk usia produktif pada sektor pertanian ini. 

Syekh Sulaiman Al-Bujairimi dalam karyanya mengatakan, Nabi Adam as adalah petani. Pekerjaan pertama yang dilakukan di atas muka bumi adalah pertanian. Orang pertama yang bertani adalah Nabi Adam as. 

Syekh Zainuddin Al-Malibari dalam Kitab Fathul Mu‘in menyebutkan setidaknya ada tiga sektor pekerjaan yang utama sebagai mata pencarian. Setelah sektor pertanian, kemudian sektor kerajinan tangan, lalu sektor perdagangan. Usaha kerajinan tangan di sini dapat mengacu pada sektor jasa atau hasil keringat yang dilakukan dengan tangan. Sebuah hadits menyebutkan, “Tiada makanan yang dikonsumsi oleh seseorang yang kebaikannya melebihi hasil usaha tangannya sendiri. Sungguh nabi Allah Dawud as makan dari hasil keringatnya sendiri.” (Sayyid Bakri, 2005 M/1425-1426 H: II/404). 

Adapun sektor perdagangan menempati keutamaan pekerjaan berikutnya. Sektor perdagangan mengandung keberkahan tersendiri. Banyak orang bisa hidup bahkan bisa kaya dari sektor perdagangan ini. Para sahabat banyak terlibat dalam sektor perdagangan. Mereka makan dari hasil usaha sektor perdagangan ini. (Sayyid Bakri, 2005 M/1425-1426 H: II/404). Tidak heran kalau sektor perdagangan ini cukup digemari banyak masyarakat mengingat cepatnya perputaran modal pada sektor ini. 


Sumber: Alhafiz Kurniawan, Wakil Sekretaris LBM PBNU, https://islam.nu.or.id

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow

Zainuddin Muslih, S.Pd verified-symbol "Kalau kamu bukan anak raja dan engkau bukan anak ulama besar, maka jadilah penulis." ― Abu Hamid Al-Ghazali