MENDIDIK ANAK HIDUP SEDERHANA TAPI INDAH DAN ELEGAN
Setelah menamkan nilai-nilai akidah dan dasar-dasar ibadah yang benar, para Ulama kita senantiasa mendidik anak-anak mereka untuk mempraktekkan pola hidup sederhana. Pola hidup yang dicontoh dari Rasulullah dan para sahabatnya yang mengajarkan nilai-nilai zuhud dan qanaah, menanamkan rasa syukur, rajin bersedekah dan membiasakan hal-hal sederhana dalam kehidupan sehari-hari. Sederhana dalam hal pakaian, makanan, ataupun gaya hidup lainnya.
Kesederhanaan disini adalah tidak berlebihan, menjaga kebersihan, tidak kumuh, apalagi berbau tidak sedap. Memakai apa yang layak, bahkan yang terbaik dari apa yang kita miliki. Kesederhanaan bukan berarti kotor, kumuh apalagi yang membuat kita malu.
Rasulullah bersabda: “Sesungguhnya Allah itu Maha Indah dan menyukai keindahan.” Dalam hadis yang lain disebutkan, “Sesungguhnya Allah Maha baik dan mencintai yang baik. Maha bersih dan menyukai yang yang bersih. Maha pemurah dan menyukai yang pemurah. Maha mulia dan menyukai yang mulia. Maka dari itu bersihkanlah diri kalian.” (Sunan Tirmidzi)
Bahkan disebutkan dalam sebuah hadis, “Perindahlah pakaian kalian, dan perbaikilah kendaraan kalian, sehingga seakan-akan kalian selalu bahagia di hadapan orang lain.”
“Makanlah, minumlah dan bersedekahlah dengan tidak melampaui batas dan tidak sombong. Sesungguhnya Allah menyukai melihat bekas nikmat-Nya atas hamba-Nya.”
Menurut para ulama pensyarah hadis, kesederhanaan yang dimaksud dalam hadis tersebut adalah memperlihatkan bekas nikmat Allah sebagai bentuk Syukur dengan cara: berbuat baik, dermawan, memakai pakaian yang pantas dan layak dengan keadaannya, menampakkan keindahan dalam pakaian sebagai tahaduts dengan nikmat, bukan untuk meninggikan diri, pakaian yang berharga dan bersih, sehingga agar orang-orang yang membutuhkan mengenali dia sesuai dengan posisinya.
Dengan demikian kesederhanaan itu adalah nampak indah, elegan, bersih, rapi, dan pantas serasi serta sesuai dengan kondisi dan tidak berlebihan.


