MEMBANGUN ASA DI TENGAH KELESUAN EKONOMI

Des 24, 2025 - 09:48
 0  99
MEMBANGUN ASA DI TENGAH KELESUAN EKONOMI

Kelesuan ekonomi nasional bukan lagi sekadar istilah makroekonomi yang abstrak. Kini, realitas pahit ini telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari jutaan warga Indonesia. Roda perekonomian yang melambat, inflasi yang dapat membangkitkan kekhawatiran, gelombang PHK yang tidak berhenti, dan angka pengangguran yang persisten, menjadi tantangan nyata yang membutuhkan kepedulian dan langkah kolektif dari seluruh elemen bangsa.

Data statistik menunjukkan bahwa Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) masih berada di angka 4,82 persen. Meskipun persentase penduduk miskin sedikit menurun menjadi 9,03 persen, jumlah nyata individu yang terdampak tetap besar dan rentan. PHK massal juga menjadi ancaman nyata, dengan 77.965 orang tenaga kerja yang terdampak sepanjang Januari hingga Desember 2024.

Dalam hal ini, tentu saja pemerintah memiliki peran penting dalam membalikkan keadaan ekonomi yang lesu. Stabilisasi ekonomi makro melalui koordinasi kebijakan fiskal dan moneter yang ketat menjadi langkah fundamental. Pemerintah juga perlu memberikan stimulus fiskal yang tepat sasaran, seperti penguatan belanja modal untuk proyek infrastruktur strategis yang padat karya. Selain itu, reformasi struktural dan deregulasi perizinan usaha juga diperlukan untuk menciptakan iklim bisnis yang lebih ramah dan menarik investasi.

Pemerintah juga harus sigap menutup kebocoran yang terjadi di sana-sini, baik di dalam lembaga pemerintahan maupun di luar, yang telah mengakibatkan kerugian besar pada negara. Karena itu, pemerintah perlu memperkuat sistem pemberantasan korupsi, mengatasi penggelapan pajak, pertambangan ilegal, penebangan hutan secara liar, dan lain sebagainya.

Namun bagaimanapun, pemerintah tentu tidak bisa berdiri sendirian dalam menghadapi problem ini. Karena itu masyarakat sipil juga memiliki peran penting dalam memulihkan ekonomi. Peningkatan literasi keuangan, dukungan produk lokal, dan solidaritas sosial menjadi kunci dalam memulihkan ekonomi. Setiap individu perlu meningkatkan kesadaran dan disiplin finansial, serta menggalakkan cinta dan beli produk-produk UMKM dan industri dalam negeri.

Bagaimanapun, keadaan ekonomi bangsa tidak akan beranjak membaik, dan akan terus ada dalam tekanan, mana kala masyarakat tidak saling tolong menolong dan gotong royong, untuk memperkuat ekonomi dalam negeri. Jadi kecintaan terhadap produk dalam negeri sebenarnya adalah simbol dari kecintaan terhadap negeri itu sendiri, yang dari sana akan tercipta kekuatan ekonomi yang mandiri dalam diri bangsa.

Selain itu, lembaga filantropi seperti LAZ juga dapat berperan sebagai jembatan antara kedermawanan publik dan kebutuhan masyarakat. Mereka dapat menyediakan bantuan sosial, modal usaha, dan pelatihan keterampilan untuk membantu masyarakat yang terdampak oleh kelesuan ekonomi.

Dengan kebijakan pemerintah yang tepat, inisiatif masyarakat yang aktif, dan peran filantropi yang strategis, kita dapat mengubah kelesuan ekonomi menjadi momentum untuk memperkuat ketahanan dan solidaritas nasional. Saatnya kita bergerak bersama untuk membangun asa di tengah kelesuan ekonomi.

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow

Zainuddin Muslih, S.Pd verified-symbol "Kalau kamu bukan anak raja dan engkau bukan anak ulama besar, maka jadilah penulis." ― Abu Hamid Al-Ghazali