KISAH SEDIH SAAT RASULULLAH ZIARAH KE MAKAM IBUNDA AMINAH
Dalam buku ‘Sejarah Terlengkap Peradaban Islam’ karya Abdul Syukur al-Azizi, bahwa ibunda Rasulullah ﷺ, Sayidah Aminah binti Wahab membesarkan Nabi Muhammad sendirian. Lalu diasuh oleh ibu susunya, Halimah Sa'diyyah hingga berusia 4 tahun atau 6 tahun. Kemudian, dikembalikan lagi kepada Sayidah Aminah yang sempat mengasuh lagi hingga menginjak usia 7 tahun. Ibunda Rasulullah ﷺ, Aminah binti Wahab meninggal dunia, sehingga Rasulullah ﷺ menjadi yatim-piatu.
Hingga suatu saat, dikisahkan oleh Abdullah bin Mas'ud, bahwa Rasulullah ﷺ berjalan bersama para sahabat hingga tiba di pemakaman Sang Ibunda. Rasulullah ﷺ meminta para sahabat untuk duduk. Di makam itu, Rasulullah ﷺ berbisik, kemudian menangis hingga terdengar suara lirihnya. Para sahabat pun ikut menangis karena tak tega mendengar tangisan Rasulullah ﷺ.
Sesaat kemudian, Baginda mendatangi para sahabatnya dan disambut oleh Umar bin Khattab seraya bertanya, “Apa yang membuatmu menangis wahai Rasulullah ﷺ? Tangismu membuat kami menangis dan takut!"
Rasulullah ﷺ bertanya: “Apakah tangisanku menakutkan kalian?” Umar pun menjawab, "benar wahai Rasulullah ﷺ!" Baginda menjawab,” Kubur yang kalian lihat aku berbisik di sana adalah kuburan ibundaku, Aminah binti Wahab. Aku meminta izin kepada Allah untuk menziarahinya, dan Allah ﷻ mengizinkan-Nya.” (HR Muslim).
Ingatan akan figur Sang Ibunda begitu melekat, yang pernah mengasuh Baginda hingga berusia 6 tahun. Sedangkkan figure ayah Baginda, Sayid Abdullah bin Abdul Muthalib tak pernah ditemuinya karena sudah meninggal sejak Rasulullah masih dalam kandungan.
Namun begitu, Rasulullah ﷺ senantiasa berbakti dengan menziarahi makam kedua ayah bundanya.


